
ThePhrase.id – Cara mengonsumsi suplemen belakangan menjadi sorotan setelah Kim Kardashian mengaku mengalami pill fatigue akibat terlalu banyak mengonsumsi pil setiap hari. Tak hanya itu, influencer Reizuka Ari juga menjadi perbincangan netizen setelah terlihat mengonsumsi suplemen dalam jumlah cukup banyak sekaligus.
Berbeda dengan Reizuka Ari, dalam podcast Good Hang bersama Amy Poehler, Kim Kardashian mengaku mengonsumsi sekitar 35 suplemen setiap hari. Ia membagi konsumsi suplemennya ke dalam tiga waktu berbeda dan bahkan sempat menghentikan konsumsi minyak ikan karena kesulitan menelan terlalu banyak pil.
Istilah pill fatigue yang dialami Kim Kardashian digunakan untuk menggambarkan rasa jenuh, lelah, atau kewalahan akibat rutinitas mengonsumsi pil maupun suplemen dalam jumlah banyak secara terus-menerus. Menurut Pillo Care, istilah ini umum digunakan untuk menjelaskan kelelahan mental maupun fisik yang muncul akibat rutinitas konsumsi obat atau suplemen dalam jangka panjang. Dalam beberapa kasus, kondisi tersebut dapat membuat seseorang kehilangan motivasi untuk melanjutkan konsumsi, menunda jadwal minum, atau bahkan berhenti sama sekali karena merasa terbebani.
Kasus Kim Kardashian kembali membuka diskusi tentang tren konsumsi suplemen berlebihan, terutama di tengah budaya wellness yang berkembang di media sosial. Tidak sedikit orang mulai rutin mengonsumsi vitamin dan suplemen dengan harapan menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan daya tahan, memperbaiki kualitas tidur, hingga mendukung kesehatan kulit dan proses penuaan sehat.
Namun, para ahli menekankan bahwa konsumsi suplemen dalam jumlah banyak tidak selalu berarti lebih sehat. Pada dasarnya, suplemen berfungsi melengkapi kebutuhan nutrisi tertentu, bukan menggantikan pola makan bergizi seimbang
Ahli gizi juga mengingatkan bahwa konsumsi suplemen tanpa pengawasan atau tanpa kebutuhan yang jelas dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari gangguan pencernaan, ketidakseimbangan nutrisi, hingga interaksi antarsuplemen maupun obat tertentu. Beberapa vitamin larut lemak, seperti vitamin A, D, E, dan K, bahkan dapat menumpuk di tubuh jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang. Karena itu, kebutuhan suplemen idealnya disesuaikan dengan kondisi tubuh, pola makan, usia, serta rekomendasi tenaga kesehatan.
Di sisi lain, pengakuan Kim menunjukkan bahwa rutinitas menjaga kesehatan pun bisa terasa melelahkan jika terlalu kompleks. Rasa jenuh akibat terlalu banyak mengonsumsi pil dapat dialami siapa saja, sehingga evaluasi kebutuhan suplemen secara berkala menjadi penting agar konsumsi tetap efektif, sesuai kebutuhan tubuh, dan tidak berubah menjadi beban sehari-hari. [Syifaa]