
ThePhrase.id - Pemerintah Dubai berinovasi dengan program kemanusiaan bertajuk “Bread for All”, yakni mesin pembuat roti otomatis yang beroperasi selama 24 jam untuk menyediakan roti gratis bagi masyarakat yang membutuhkan.
Program yang telah beroperasi sejak tahun 2022 tersebut diinisiasi oleh Perdana Menteri Uni Emirat Arab sekaligus Penguasa Dubai, Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum melalui yayasannya, The Mohammed bin Rashid Global Centre for Endowment Consultancy (MBRGCEC).
Melalui program ini, pemerintah berupaya memastikan tidak ada warga yang tidur dalam keadaan kelaparan. Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Mesin pintar yang ditempatkan di sejumlah lokasi ini mampu memanggang roti segar secara otomatis setiap hari. Pengguna hanya perlu menekan tombol pada mesin, lalu roti akan diproses dan siap diambil dalam hitungan menit tanpa dikenakan biaya.
Tak hanya berfokus pada penyediaan pangan, proyek ini juga dirancang untuk menjaga privasi para penerima manfaat.
Sistem otomatis memungkinkan masyarakat mendapatkan roti tanpa harus mengantre atau berinteraksi secara langsung, sehingga identitas mereka tetap terlindungi dan martabat penerima bantuan tetap terjaga.
Konsep tersebut diharapkan dapat menciptakan layanan yang mudah diakses, cepat, aman, serta memberikan rasa nyaman bagi siapa pun yang membutuhkan bantuan.
Berdasarkan laporan Dubai Scoops, masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini cukup memindai Kartu Identitas Emirates di mesin yang tersedia di supermarket maupun masjid-masjid tertentu yang berpartisipasi dalam program tersebut.
Selain membagikan roti secara gratis, mesin “Bread for All” juga dirancang untuk menerima donasi dari masyarakat. Siapa pun dapat memberikan sumbangan secara langsung melalui mesin atau bahkan berpartisipasi dengan menyediakan unit mesin di lokasi lain.
Model tersebut dinilai mampu mendukung keberlanjutan program dalam jangka panjang. Dengan melibatkan kontribusi masyarakat, pemerintah berharap inisiatif ini dapat terus berkembang sebagai bentuk kolaborasi sosial berbasis teknologi.
Program “Bread for All” pun mendapat perhatian luas dari berbagai kalangan internasional. Banyak pihak menilai langkah ini sebagai inovasi dalam pelayanan publik yang menghadirkan solusi modern untuk meningkatkan kesejahteraan sosial melalui pemanfaatan teknologi. (Rangga)