1 Desember Hari AIDS Sedunia, Ini Sejarahnya

- Advertisement -spot_img

ThePhraseID – Hari AIDS sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember. Peringatan yang telah dilakukan sejak tahun 1988 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dunia serta memberi dukungan pada penyintas AIDS. Ini juga merupakan hari peringatan kesehatan dunia pertama.

Foto: Simbol Hari AIDS Sedunia, Pita Merah (freepik.com)

AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency yang secara definisi merupakan suatu kumpulan gejala dan infeksi sindrom yang muncul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia lantaran terinfeksi virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) yang melemahkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Menurut catatan WHO, HIV masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global yang serius, dan sejauh ini telah merenggut 36,3 juta jiwa. Di Indonesia, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat sebanyak 349.882 orang hidup dengan HIV-AIDS pada 2019 lalu.

Hari AIDS pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua jurnalis yang kemudian menjadi pejabat informasi masyarakat untuk Program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss.

Peringatan Hari AIDS pertama berfokus pada tema anak-anak dan remaja untuk meningkatkan kesadaran akan dampak AIDS pada keluarga, bukan hanya kelompok yang biasanya distigmatisasi oleh media (termasuk pria gay dan biseksual dan pengguna narkoba suntik).

Kemudian, sejak tahun 1996, operasi Hari AIDS diambil alih oleh Program Bersama PBB untuk HIV/AIDS (UNAIDS), yang memperluas cakupan proyek menjadi kampanye pencegahan dan pendidikan sepanjang tahun.

Tema Hari AIDS Sedunia 2022

Sejak 2008, tema dipilih oleh Komite Pengarah Global Kampanye Hari AIDS Sedunia setelah melalui konsultasi yang luas dengan banyak pihak, organisasi dan lembaga-lembaga pemerintah yang terlibat dalam pencegahan dan perawatan korban HIV/AIDS.

Tema ini tidaklah spesifik bagi Hari AIDS, melainkan digunakan sepanjang tahun dalam upaya-upaya Kampanye AIDS Sedunia untuk menyoroti kesadaran HIV/AIDS dalam konteks peristiwa-peristiwa global lainnya.

Tahun 2022 ini, tema Hari AIDS adalah “Menyamakan” (Equalize), yang menekankan penghapusan ketidaksetaraan yang memperlambat perjuangan melawan penyakit. Ketidaksetaraan tersebut termasuk ketidaksetaraan gender, membatasi akses perempuan ke perawatan HIV dan bentuk perawatan kesehatan seksual dan reproduksi lainnya. [nadira]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you