e-biz

10 Daerah dengan Biaya Hidup Tertinggi di Indonesia, UMP-nya Lebih Rendah?

Penulis Firda Ayu
Nov 01, 2026
Ilustrasi menghitung biaya hidup (Foto: magnific/8photo)
Ilustrasi menghitung biaya hidup (Foto: magnific/8photo)

ThePhrase.id - Di tengah harga kebutuhan pokok dan biaya hidup yang terus meningkat, persoalan upah minimum kembali menjadi perbincangan masyarakat. Pasalnya, upah yang diterima pekerja kerap kali dinilai tidak sebanding dengan pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketimpangan antara upah dan biaya hidup ini semakin ramai dibahas di media sosial, terlebih setelah muncul perbandingan antara upah minimum Indonesia dan Korea Selatan.

Sebagai gambaran, Korea Selatan menetapkan upah minimum 2026 sebesar 10.320 won per jam atau sekitar 2,15 juta won per bulan. Angka tersebut menjadi perbincangan karena sejumlah provinsi di Indonesia juga masih memiliki Upah Minimum Provinsi (UMP) di kisaran Rp2 jutaan per bulan.

Dengan nominal yang terlihat sebanding tanpa dikonversi, daya beli keduanya dinilai berbeda. Sejumlah netizen menyoroti bahwa harga kebutuhan sehari-hari di Korea Selatan relatif lebih terjangkau jika dibandingkan dengan besaran upah yang diterima pekerja di negara tersebut.

Di Indonesia sendiri ketimpangan antara upah dan biaya hidup dapat dilihat melalui data Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dan UMP yang ditetapkan. Sejumlah daerah bahkan memiliki standar KHL yang lebih tinggi dibandingkan UMP yang ditetapkan.

Lantas, mana saja 10 daerah dengan biaya hidup tertinggi di Indonesia dan bagaimana perbandingannya dengan upah minimumnya?

1. DKI Jakarta

DKI Jakarta menempati posisi pertama dengan kebutuhan hidup layak mencapai Rp5.898.511 per bulan. Sementara itu, Jakarta memiliki UMP sebesar Rp5.729.876, sehingga masih terdapat selisih sekitar Rp168.000 dari KHL.

2. Kalimantan Timur

Menempati urutan kedua, Kalimantan Timur memiliki KHL sebesar Rp5.735.353 per bulan. Adapun UMP Kaltim di tahun 2026 sebesar Rp3.762.431.

3. Kepulauan Riau

Kepulauan Riau memiliki KHL sebesar Rp5.717.082 per bulan. Di sisi lain, UMP 2026 yang ditetapkan sebesar Rp3.879.520 masih memiliki selisih sekitar Rp1,83 juta dari standar kebutuhan hidup layak.

4. Papua

Papua mencatat kebutuhan hidup layak sebesar Rp5.314.281 per bulan. Sementara itu, UMP 2026 Papua mencapai Rp4.436.283, sehingga masih terdapat selisih sekitar Rp877 ribu.

5. Bali

Tingginya aktivitas pariwisata membuat Bali menempati posisi kelima dengan KHL sebesar Rp5.253.107 per bulan. Namun, UMP 2026 Bali hanya sebesar Rp3.207.459 atau terpaut lebih dari Rp2 juta dari kebutuhan hidup layak.

6. Papua Barat

Dengan kondisi geografis dan distribusi barang yang menjadi salah satu tantangan pemenuhan kebutuhan, Papua Barat memiliki angka KHL sebesar Rp5.246.172 per bulan. Adapun UMP 2026 ditetapkan sebesar Rp3.841.000, sehingga selisihnya mencapai sekitar Rp1,4 juta.

7. Kalimantan Utara

Berada di wilayah perbatasan, Kalimantan Utara mencatat KHL sebesar Rp4.968.935 per bulan. Sementara itu, UMP 2026 sebesar Rp3.775.243 atau masih memiliki selisih sekitar Rp1,19 juta.

8. Maluku Utara

Maluku Utara berada di urutan kedelapan dengan KHL mencapai Rp4.431.339 per bulan. Di sisi lain, UMP 2026 sebesar Rp3.510.240, sehingga masih terpaut sekitar Rp921 ribu dari standar KHL.

9. Banten

Banten menjadi daerah dengan biaya hidup tertinggi di Pulau Jawa setelah Jakarta, dengan KHL sebesar Rp4.295.985 per bulan. Meski memiliki kawasan industri dan aktivitas ekonomi yang cukup besar, UMP 2026 Banten sebesar Rp3.100.881 atau memiliki selisih sekitar Rp1,19 juta.

10. Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah melengkapi daftar dengan kebutuhan hidup layak sebesar Rp4.279.888 per bulan. Adapun UMP 2026 sebesar Rp3.686.138, sehingga masih terdapat selisih sekitar Rp593.000.

Dari daftar tersebut, hampir seluruh daerah memiliki UMP di bawah standar kebutuhan hidup layak. Kondisi ini menunjukkan bahwa besarnya upah minimum tak sejalan dengan kebutuhan hidup masyarakat.

Meski demikian, KHL dan UMP memiliki metode dan periode perhitungan berbeda sehingga selisih tersebut tidak serta-merta menunjukkan kekurangan gaji setiap pekerja. [fa]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic