
ThePhrase.id – Forbes baru saja merilis daftar orang terkaya di dunia lewat World’s Billionaires List: The Richest in 2026, yang menampilkan para miliarder dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di tengah dinamika global, nama sejumlah pengusaha Tanah Air meramaikan daftar ini dan berada jajaran atas dengan sumber kekayaan yang beragam, mulai dari energi, perbankan, hingga teknologi.
Berikut 10 orang terkaya di Indonesia versi Forbes 2026.
Kekayaan Prajogo Pangestu mencapai sekitar 28,6 miliar dolar AS atau setara Rp498 triliun (Kurs: RP17.413). Tahun sebelumnya, kekayaannya berada di angka 20 miliar dolar AS (sekitar Rp348 triliun).
Ia dikenal sebagai pendiri Barito Pacific Group, yang menaungi sejumlah perusahaan termasuk PT Chandra Asri Pacific Tbk. Awalnya memulai bisnis kayu pada 1970-an, kini Prajogo sukses membangun kerajaan bisnis terdiversifikasi, pada bidang petrokimia, tambang, hingga energi terbarukan.
Low Tuck Kwong memiliki kekayaan sebesar 20,2 miliar dolar AS atau sekitar Rp351 triliun. Pada 2025, kekayaannya tercatat lebih tinggi, yaitu 27,3 miliar dolar AS (sekitar Rp475 triliun). Pria berjuluk raja batu bara ini merupakan pendiri Bayan Resources yang bergerak di bidang bisnis energi terbarukan serta infrastruktur digital seperti kabel bawah laut.
Menempati posisi ketiga, Robert Budi Hartono memiliki kekayaan mencapai 19,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp341 triliun, turun dari 22,4 miliar dolar AS (Rp390 triliun) pada tahun sebelumnya. Sumber kekayaannya berasal dari investasi di Bank Central Asia serta bisnis rokok Djarum. Ia juga terlibat dalam pengembangan Blibli dan industri kendaraan listrik melalui Polytron.
Kakak dari Robert Budi Hartono, mendiang Michael Hartono juga masuk dalam posisi keempat orang terkaya di Indonesia. Baru saja berpulang pada Maret lalu, Michael memiliki kekayaan sekitar 18,9 miliar dolar AS atau Rp329 triliun, turun dari 21,5 miliar dolar AS (Rp374 triliun) pada 2025. Bersama saudaranya, ia membangun kekayaan dari sektor perbankan dan tembakau, serta memiliki berbagai properti serta teknologi.
Anthoni Salim mencatat kekayaan sebesar 13,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp228 triliun. Ia memimpin Salim Group dengan bisnis yang tersebar di sektor makanan, telekomunikasi, energi, hingga pertambangan. Indofood menjadi salah satu pilar utama kekayaannya sebagai produsen mi instan global.
Dato' Sri Tahir dan keluarga memiliki kekayaan sekitar 10,6 miliar dolar AS atau Rp184 triliun, melonjak dari 5 miliar dolar AS (Rp87 triliun) pada 2025. Pendiri Mayapada Group ini mengembangkan bisnis di sektor perbankan, kesehatan, media, dan properti, termasuk kepemilikan aset di Singapura.
Otto Toto Sugiri mengantongi kekayaan sebesar 9,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp163 triliun, naik dari 7 miliar dolar AS (Rp122 triliun) pada tahun sebelumnya. Otto merupakan pendiri DCI Indonesia, perusahaan pusat data terbesar di Indonesia, serta pelopor internet melalui Indonet.
Kekayaan Sri Prakash Lohia mencapai 8,6 miliar dolar AS atau Rp149 triliun, sedikit naik dari 8,5 miliar dolar AS (Rp148 triliun). Ia merupakan pendiri Indorama Corp, perusahaan yang bergerak di bidang petrokimia, pupuk, dan material industri.
Menjadi satu-satunya perempuan dalam daftar ini, Marina Budiman memiliki kekayaan sebesar 6,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp116 triliun, meningkat dari 4,9 miliar dolar AS (Rp85 triliun). Ia adalah salah satu pendiri DCI Indonesia, perusahaan pusat data yang didirikannya bersama Otto Toto Sugiri.
Lim Hariyanto mencatat kekayaan sebesar 6,4 miliar dolar AS atau Rp111 triliun, naik dari 3,6 miliar dolar AS (Rp62 triliun) pada 2025. Bisnisnya berfokus pada kelapa sawit dan pertambangan nikel melalui Harita Group. [fa]