
Thephrase.id - Pergerakan pemain di Premier League selama lebih dari satu dekade terakhir menghadirkan deretan transfer yang tidak berjalan sesuai rencana, dengan sejumlah nama besar maupun pembelian mahal justru berakhir sebagai beban bagi klub masing-masing.
Football365 mengulas, musim dingin 2014 menjadi awal daftar ini ketika Kostas Mitroglou direkrut Fulham dari Olympiacos seharga sekitar Rp260 miliar, namun hanya bertahan singkat dengan kontribusi minim sebelum dipinjamkan kembali.
Musim panas 2014 menghadirkan Angel Di Maria ke Manchester United dari Real Madrid dengan nilai sekitar Rp1,34 triliun, tetapi performanya jauh dari ekspektasi meski datang sebagai bintang final Liga Champions.
Pada musim dingin 2015, Wilfried Bony pindah ke Manchester City dengan nilai sekitar Rp560 miliar, tetapi gagal mengulang pengaruhnya seperti saat masih berseragam Swansea City.
Musim panas 2015 memperlihatkan Memphis Depay bergabung ke Manchester United dengan banderol sekitar Rp600 miliar, namun hanya mencetak sedikit gol sebelum akhirnya menemukan kembali performanya setelah pindah ke Olympique Lyon.
Pada musim dingin 2016, Oumar Niasse direkrut Everton seharga sekitar Rp320 miliar, tetapi penampilannya dinilai jauh dari standar meski statistik golnya tidak sepenuhnya buruk.
Musim panas 2016 menjadi milik Shkodran Mustafi yang didatangkan Arsenal dari Valencia senilai sekitar Rp700 miliar, namun sering melakukan kesalahan dan menjadi titik lemah di lini belakang.
Musim dingin 2017 menghadirkan Saido Berahino ke Stoke City dengan biaya sekitar Rp260 miliar, tetapi gagal memenuhi ekspektasi setelah sebelumnya tampil menjanjikan.
Musim panas 2017 diwarnai kepindahan Danny Drinkwater ke Chelsea dengan nilai sekitar Rp680 miliar dalam transfer yang kemudian ia sebut sendiri sebagai kekacauan.
Pada musim dingin 2018, pertukaran antara Alexis Sanchez dan Henrikh Mkhitaryan tidak memberikan dampak signifikan bagi kedua klub, terutama bagi Manchester United yang tidak mendapatkan performa terbaik dari Sanchez.
Musim panas 2018 menghadirkan Kepa Arrizabalaga ke Chelsea dari Athletic Bilbao dengan nilai sekitar Rp1,44 triliun, menjadikannya kiper termahal saat itu, namun performanya kerap dikritik setelah sejumlah kesalahan penting.

Pada musim dingin 2019, Denis Suarez dipinjam Arsenal dengan biaya sekitar Rp40 miliar, tetapi jarang bermain dan tidak memberi kontribusi berarti.
Musim panas 2019 menempatkan Tanguy Ndombele sebagai pembelian termahal Tottenham Hotspur senilai sekitar Rp1,04 triliun, namun kariernya di Inggris tidak konsisten sebelum beberapa kali dipinjamkan.
Musim dingin 2020 memperlihatkan Mbwana Samatta bergabung ke Aston Villa dengan nilai sekitar Rp200 miliar dan hanya mencetak sedikit gol selama masa singkatnya.
Musim panas 2020 menghadirkan Rhian Brewster ke Sheffield United dengan biaya sekitar Rp460 miliar, tetapi produktivitasnya sangat rendah dibandingkan jumlah pertandingan yang dimainkan.
Pada musim dingin 2021, Morgan Sanson direkrut Aston Villa dari Marseille seharga sekitar Rp278 miliar tanpa dampak signifikan.
Musim panas 2021 menjadi sorotan lewat kepulangan Romelu Lukaku ke Chelsea dari Inter Milan dengan nilai sekitar Rp1,95 triliun, tetapi performanya tidak konsisten sebelum kembali dipinjamkan.
Musim dingin 2022 mencatat Philippe Coutinho direkrut Aston Villa dari Barcelona dengan nilai sekitar Rp352 miliar, namun kontribusinya terbatas dalam jumlah gol dan assist.
Musim panas 2022 menghadirkan Antony ke Manchester United dari Ajax seharga sekitar Rp1,71 triliun, tetapi performanya dinilai tidak sebanding dengan harga transfer.
Musim dingin 2023 memperlihatkan Mykhaylo Mudryk bergabung ke Chelsea dari Shakhtar Donetsk dengan nilai sekitar Rp1,24 triliun, namun kontribusinya belum maksimal.
Musim panas 2023 menghadirkan Andre Onana ke Manchester United dari Inter Milan dengan nilai sekitar Rp940 miliar, tetapi performanya di kompetisi Eropa kerap disorot akibat kesalahan krusial.
Musim dingin 2024 menempatkan Kalvin Phillips sebagai sorotan saat dipinjamkan ke West Ham United tanpa memberikan dampak yang diharapkan.
Musim panas 2024 menghadirkan Odysseas Vlachodimos ke Newcastle United dari Nottingham Forest dengan nilai sekitar Rp400 miliar, namun minim kesempatan bermain.
Musim dingin 2025 memperlihatkan Mathis Amougou direkrut Chelsea dari Saint-Etienne dengan nilai sekitar Rp240 miliar sebelum dilepas kembali dalam waktu singkat.
Musim panas 2025 menghadirkan Yoane Wissa ke Newcastle United dari Brentford dengan nilai sekitar Rp1,1 triliun, tetapi belum menunjukkan dampak signifikan hingga musim berjalan.
Musim dingin 2026 ditutup dengan kepindahan Pablo ke West Ham United dengan nilai sekitar Rp400 miliar tanpa kontribusi gol dalam beberapa penampilan awal.