
ThePhrase.id - Tak mau disebut sebagai aktor utama dalam kasus jual beli titik kordinat dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), Mantan Wakil Badan Gizi Nasional Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya akan membongkar nama-nama besar di balik kasus tersebut. Menurut Sony, puluhan nama-nama besar itu turut menikmati aliran dana dari praktik dugaan korupsi yang tengah diusut Kejaksaan Agung. Ada 26 nama yang datanya tersimpan di telepon genggam Sony.
"Ada datanya di handphone di mana handphone itu disita oleh penyidik," ujar kuasa hukum Sony, Elza Syarief, di kanal YouTube tvOne, Sabtu, 6 Juni 2026.
Untuk membongkar nama-nama besar itu, Sony mengajukan dirinya sebagai Justice Colaborator ke penyidik pada Senin, 8 Juni 2026.
Kuasa hukum Sony lainnya Krisna Murti mengatakan pengajuan sebagai JC itu bukan bagian dari upaya kliennya untuk menghindar dari jerat hukum. Tetapi sebagai sikap kooperatif dalam membongkar keterlibatan aktor-aktor lain yang memiliki peran lebih besar dalam korupsi program MBG.
"Jadi bukan kami menghindar terkait persoalan hukum klien kami,kata Krisna usai mendaftarkan JC kliennya di Kejagung, Senin 8 Juni 2026.
Sebelum diangkat sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya adalah purnawirawan polisi berpangkat Irjen dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Perencanaan Administrasi Operasional, Mabes Polri.
Pengakuan Sony tentang orang-orang besar yang ikut menkmati korupsi MBG itu mengklarifikasi kecurigaan publik selama ini tentang program strategis pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai “bancakan” orang-orang di sekitar kekuasaan.
Pertanyaannya kemudian apakah di lembaga-lembaga baru yang didirikan di era pemerintahan Prabowo Subianto seperti Danantara, Koperasi Merah Putih dan lainnya, juga ada nama-nama besarnya? Termasuk jajaran BUMN yang sekarang banyak diisi oleh figur seperti Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya dan Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung, 2 dari 3 tersangka dugaan korupsi MBG.
Nama-nama besar seperti yang diakui Sony, menekan mereka yang diberi jabatan yang menikmati dari penyalahgunaan anggaran dan kekuasaan. (Aswan AS)