
ThePhrase.id - Muharram adalah bulan yang memiliki keistimewaan bagi umat Islam. Berdasarkan kalender Masehi, awal Muharram tahun ini bertepatan pada Selasa 16 Juni 2026.
Bulan Muharram merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriyah dan menjadi satu dari empat bulan suci dalam Islam (Al-Asy-hurul Hurum), yaitu: Rajab, Dzulqa’dah, Dzulhijjah, dan Muharram.
Muharram juga disebut “Syahrullah” (bulan milik Allah). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadan adalah puasa di bulan Allah – yaitu Muharram.” (HR. Muslim).
Hal ini menunjukkan kemuliaan khusus yang melekat pada bulan Muharram sebagai waktu yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas spiritual dan memperbanyak amal ibadah.
Setidaknya ada tiga amalan utama yang dapat dilakukan kaum Muslimin pada bulan Muharram, dan berikut ini adalah amalan-amalan tersebut:
1. Puasa Tasu’a
Puasa Tasu'a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada tanggal 9 Muharram. Tujuan utamanya adalah untuk membedakan ibadah umat Islam dengan tradisi kaum Yahudi dan Nasrani yang hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram.
Adapun dalil disunnahkannya puasa tasu’a adalah hadits riwayat Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Insya Allah, tahun yang akan datang kita mulai bepuasa pada hari kesembilan (Tasu’a).” (HR. Muslim).
Niat Puasa Tasu’a:
(Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatit-Tasuu'aa lillaahi ta'aalaa).
Artinya: "Aku niat puasa sunnah Tasu'a esok hari karena Allah Ta’ala."
2. Puasa Asyura
Keutamaan mengerjakan puasa sunnah pada hari Asyura (10 Muharram) di antaranya disebutkan dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: “Puasa pada hari Asyura menghapuskan dosa setahun yang lalu." (HR. Muslim).
Niat Puasa Asyura:
(Nawaitu shauma ghadin 'an adaa'i sunnatil-'Aasyuuraa lillaahi ta'aalaa).
Artinya: "Aku niat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah Ta’ala."
3. Memperbanyak Amal Shaleh
Beberapa amal shaleh/ibadah yang dapat dilakukan untuk ditingkatkan di bulan Muharram antara lain: sedekah, tadarrus al-Qur’an, shalat sunnah seperti shalat dhuha dan tahajjud, zikir dan istighfar serta menjalin silaturrahim.
Setiap kebaikan di bulan Muharram mendapat pahala yang berlipat, karena statusnya sebagai bulan haram.
Dalil tentang anjuran beramal di bulan haram terdapat dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 36: “Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan... Di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu...”
Ayat ini menjadi landasan kuat akan pentingnya memahami anjuran beramal di bulan haram. (Z. Ibrahim)