
ThePhrase.id - Empat tahun lalu banyak yang meyakini Lionel Messi telah menutup kisahnya di Piala Dunia dengan cara paling sempurna setelah mengantar Timnas Argentina menjadi juara di Qatar 2022. Pada usia 39 tahun kapten La Albiceleste itu justru kembali membawa negaranya melaju ke partai puncak Piala Dunia 2026.
Perjalanan Messi menuju final kali ini terasa semakin istimewa karena Timnas Argentina berhasil membalikkan keadaan untuk mengalahkan Timnas Inggris 2-1 di semifinal Piala Dunia di Atlanta Stadium, Amerika Serikat, pada Kamis, 16 Juli 2026 dini hari WIB.
Messi menyumbangkan dua assist yang menjadi pembeda dalam kemenangan tersebut sehingga kini telah mengoleksi delapan gol dan empat assist sepanjang Piala Dunia 2026. Catatan ini membuatnya berbagi posisi sebagai pencetak gol terbanyak sekaligus menjadi pemain dengan jumlah assist terbanyak kedua di Piala Dunia.
Keberhasilan itu mengantar Timnas Argentina menghadapi Timnas Spanyol pada final yang akan berlangsung di New Jersey, Amerika Serikat, pada Senin 20 Juli 2026 dini hari WIB. Partai final memiliki makna bagi Messi karena sebagian besar karier profesionalnya dibangun bersama Barcelona di Spanyol.
"Dia adalah pemain terbaik dalam sejarah. Saya tidak tahu apa lagi yang harus dia lakukan untuk membuktikannya. Mayoritas masyarakat Spanyol mencintainya," tegas pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni.

Penampilan Messi saat menghadapi Timnas Inggris memang tidak terlalu mencolok sepanjang babak pertama, tetapi situasi berubah drastis setelah Anthony Gordon membawa The Three Lions unggul lebih dahulu pada menit ke-55. Timnas Argentina mengambil alih kendali permainan dengan penguasaan bola mencapai 88 persen dalam 37 menit berikutnya.
Perubahan posisi Messi ke sisi kanan lapangan menjadi salah satu faktor yang mengubah jalannya pertandingan. Ia mampu menyelesaikan sembilan dribel sukses, menciptakan empat peluang, melepaskan sembilan umpan silang, serta menyamai seluruh pemain Timnas Inggris dengan tujuh sentuhan di kotak penalti lawan.
Kedua assist Messi lahir pada momen-momen krusial ketika ia mengirim umpan dari situasi sepak pojok yang diselesaikan Enzo Fernandez menjadi gol penyeimbang pada menit ke-85 sebelum mengirim umpan silang yang disundul Lautaro Martinez untuk memastikan kemenangan Timnas Argentina pada masa injury time.
"Menempatkan Messi di sisi sayap menjadi kunci bagi kami," beber kiper Timnas Argentina, Emiliano Martinez.
Piala Dunia 2026 semakin mempertegas konsistensi luar biasa Messi bersama Timnas Argentina. Ia kini telah mencetak atau menciptakan gol dalam 13 pertandingan beruntun bersama klub dan negaranya, sementara satu kontribusi gol lagi pada final melawan Timnas Spanyol akan menyamai rekor pribadi yang pernah ia ukir pada 2011.
Bagi Messi, partai final nanti juga membuka peluang menorehkan sejarah baru karena ia berpotensi menjadi pemain kedua setelah Cafu yang bermain dalam tiga final Piala Dunia, suatu pencapaian yang kembali menunjukkan bahwa kisah karier salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa itu masih jauh dari kata selesai. (Rangga)