religion

4 Adab dalam Islam Ketika Menguap

Penulis Zuhri Ibrahim
Jul 01, 2026
Ilustrasi menguap. (Foto: Freepik)
Ilustrasi menguap. (Foto: Freepik)

ThePhrase.id - Menguap yang dimaksud di sini adalah kondisi atau respon alamiah yang dialami oleh seseorang, biasanya diawali dengan proses terbukanya mulut lebar-lebar dan diikuti relaksasi otot pada rahang dan tenggorokan. Penyebabnya bisa karena mengantuk atau kurang tidur, kelelahan dan kondisi medis lainnya semisal stress, cemas, depresi, dan lain-lain.

Bagaimana agama Islam mengatur tentang adab seorang muslim ketika menguap? Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang dilandasi atas aturan agama yang digunakan dalam praktek pergaulan antar manusia secara umum.

Dan menguap itu ada adabnya dalam agama Islam, tentu sumbernya datang dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Setidaknya ada 4 adab menguap yang dijelaskan oleh Rasulullah yaitu:

1. Hendaknya ketika menguap berusaha sebisa mungkin untuk menahannya, dan tidak membiarkan mulut terbuka dan ternganga ketika menguap. 

Ada sebuah hadits yang berasal dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

التَّثَاؤُبُ فَإِنَّمَا هُوَ مِنْ الشَّيْطَانِ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ 

“Menguap (uapan) tidaklah datang kecuali dari setan. Karenanya hendaklah menahannya ketika menguap semampu mungkin. (HR. Bukhari dan Muslim).

 

2. Jika terpaksa menguap dan tidak tahan sampai mulutnya terbuka, maka hendaklah menutup mulutnya dengan tangan.

Di hadits yang lain dari Abu Said Al Khudry radhiyallahu ‘anhuRasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيُمْسِكْ بِيَدِهِ عَلَى فِيه فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَدْخُلُ

“Jika salah seorang dari kalian menguap maka tutuplah mulutnya dengan tangannya. Karena setan akan masuk (kedalam mulut yang terbuka)” (HR. Muslim).

 

Rasulullah tidak merinci dalam haditsnya, apakah menutup mulut ketika menguap menggunakan tangan kanan ataukah tangan kiri. Yang terpenting adalah tidak membiarkan mulut terbuka ketika menguap. 

Namun beberapa ulama menjelaskan ketika menutup mulut saat menguap, jika menutup mulut dengan tangan kanan adalah sebaiknya dengan menggunakan telapak dari tangan kanannya, dan jika menutup mulut dengan tangan kiri sebaiknya menutupnya dengan menggunakan punggung dari tangan kirinya. 

Menguap tanpa berusaha untuk menahannya atau menutup mulutnya apalagi mengeluarkan suara maka hukumnya adalah makruh. Terlebih bila menguap dalam kondisi sedang melaksanakan shalat maka lebih makruh lagi. 

Perlu diketahui bahwa menguap ketika shalat itu adalah bentuk dari daya upaya setan yang senantiasa menganggu orang-orang yang sedang melaksanakan ibadah shalat. Rasulullah bersabda:


إِذَا تَثَاوَبَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلَاةِ فَلْيَكْظِمْ مَا اسْتَطَاعَ

“Jika kalian menguap dalam shalat maka tahanlah sebisa mungkin” (HR. Muslim).

 

3. Menahan suara ketika menguap atau jangan mengeraskan suara apalagi mengeluarkan suara “haaah”.

Lanjutan dari hadits riwayat Abu Hurairah tentang menahan sebisa mungkin ketika menguap, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan:

 

فَإِذَا قَالَ هَا ضَحِكَ مِنْهُ الشَّيْطَانُ

Jika seseorang menguap kemudian mengeluarkan suara ‘haaah’, maka setan akan mentertawainya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

 

4. Tidak mengucapkan zikir apapun ketika menguap.

Berbeda dengan orang yang bersin yang disunnahkan membaca “Alhamdulillah” dan orang yang mendengarnya wajib membalasnya dengan ber-tasymit (mengucapkan yarhamukallah). Sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

 

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعُطَاسَ وَيَكْرَهُ التَّثَاؤُبَ فَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَحَقٌّ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ سَمِعَهُ أَنْ يُشَمِّتَهُ

Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap. Maka apabila salah seorang diantara kalian bersin dan memuji Allah, maka wajib bagi setiap orang muslim yang mendengarnya untuk mengucapkan, ‘Yarhamukallah (artinya: semoga Allah merahmatimu)’.” (HR. Bukhari).

 

Adapun orang yang menguap, tidak disyariatkan untuk membaca kalimat atau zikir tertentu, bahkan tidak ditemukan penjelasan dan contohnya dari Rasulullah maupun sahabatnya ketika menguap dengan mengucapkan lafadz tertentu atau zikir-zikir tertentu. 

Menguap mungkin adalah suatu hal yang lumrah dan perkara ringan atau sepele, akan tetapi ketika kita menguap dan kemudian mengikuti contoh, penjelasan dan adab menguap yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka insya Allah akan bernilai sebagai sebuah ibadah. (Z. Ibrahim)

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic