
ThePhrase.id - Situasi keamanan di Pulau Jeju, Korea Selatan, menjadi sorotan setelah empat jenazah yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan dalam tiga hari.
Melansir Korea JoongAng Daily, jenazah pertama ditemukan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, yakni seorang pria berusia sekitar 60 tahun yang dilaporkan hilang pada 2 Juli dan ditemukan meninggal dunia di Songdang-ri, Gujwa-eup, Jeju City.
Sehari kemudian, seorang pria yang diperkirakan berusia 70-an ditemukan meninggal di perairan dekat Sinheung-ri, Jocheon-eup. Jenazah tersebut ditemukan oleh pemancing dan diketahui telah dilaporkan hilang sehari sebelumnya.
Pada Senin, 24 Agustus, dua jenazah kembali ditemukan. Jenazah ketiga ditemukan di dekat sebuah lembah di Aewol-eup dan diketahui merupakan orang yang sebelumnya dilaporkan hilang. Sekitar satu jam kemudian, polisi menemukan jenazah Jang Mi-ran, perempuan berusia 37 tahun yang dilaporkan hilang sejak Mei. Melansir Chosun Daily, Jang ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah perkebunan palem sekitar 400 meter dari tempat terakhirnya menginap.
Penemuan jenazah Jang kemudian mengungkap dugaan masalah dalam penanganan laporan orang hilang. Polisi bermarga Boo dari Jeju Seobu Police Station diduga menutup laporan kehilangan Jang secara palsu dengan mengklaim telah menghubungi Jang dan memastikan dirinya dalam keadaan aman. Namun, penyelidikan tidak menemukan catatan komunikasi antara keduanya.
Mengutip Korea Herald, keluarga Jang kemudian kembali melaporkan kehilangan tersebut pada 19 Juli di Seoul. Saat pencarian dilakukan kembali, sejumlah bukti telah dihapus, termasuk rekaman CCTV di sekitar tempat tinggal Jang.
Dugaan serupa kemudian ditemukan dalam kasus pria berusia 60-an yang jenazahnya ditemukan pada 22 Agustus. Polisi Boo diduga memberi tahu keluarga bahwa pria tersebut telah dihubungi dan dalam keadaan aman, tetapi tidak ingin keberadaannya diketahui. Laporan kehilangan itu pun ditutup.
Jenazah pria tersebut ditemukan sekitar 51 hari setelah laporan kehilangan dibuat. Putranya mengatakan keluarga mempercayai informasi polisi dan menunggu kepulangan sang ayah, tetapi yang ditemukan justru jenazahnya.
Kasus ini kemudian berkembang menjadi penyelidikan lebih besar. Polisi kini memeriksa seluruh 298 laporan orang hilang yang ditangani dan ditutup oleh polisi bermarga Boo sejak Maret 2025 untuk mengetahui apakah ada kasus lain yang ditutup secara tidak semestinya.
Boo menghadapi sejumlah tuduhan, termasuk kelalaian dalam menjalankan tugas, pemalsuan dan penggunaan catatan elektronik resmi, serta menghalangi tugas kepolisian dengan cara menipu. Pengadilan Distrik Jeju kemudian mengeluarkan surat perintah penahanan karena adanya kekhawatiran terkait penghancuran barang bukti dan risiko melarikan diri.
Selain itu, pejabat senior di Jeju Seobu Police Station juga dicopot sementara dari tugas. Mengutip Yonhap News Agency, mereka terdiri dari kepala kantor saat ini, mantan kepala kantor, kepala divisi penyidikan, serta pimpinan tim yang menangani kasus orang hilang. Keempatnya akan diperiksa terkait tanggung jawab pengawasan dan komando.
Rangkaian kasus tersebut turut meningkatkan kekhawatiran warga Jeju. Aktor Jin Jae-young, yang menetap di pulau tersebut, mengungkapkan kecemasannya melalui media sosial pada 25 Agustus.
Melansir ChosunBiz, Jin mengunggah foto suasana jalanan Jeju pada malam hari dan mengatakan bahwa belakangan berjalan-jalan di Jeju pun terasa sedikit menakutkan. Jin diketahui menetap di Jeju sejak 2017 setelah menikah dengan pegolf profesional Jin Jeong-sik.
Kasus ini juga memicu kekhawatiran yang lebih luas mengenai sistem penanganan orang hilang di Korea Selatan. Polisi nasional kini meminta sejumlah kepolisian daerah melakukan peninjauan terhadap laporan orang hilang yang sebelumnya telah ditutup.
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung juga memerintahkan pemerintah menyusun langkah reformasi kepolisian. Mengutip Korea Times, Lee menilai persoalan disiplin dan tanggung jawab polisi dalam menjaga keselamatan publik telah menjadi masalah serius, terutama seiring meningkatnya kewenangan kepolisian. [nadira]