
ThePhrase.id - Hubungan Enzo Maresca dengan Chelsea disebut berada di titik nadir setelah dinamika internal The Blues mengalami eskalasi tajam dalam beberapa pekan terakhir, yang membuat masa depan pelatih asal Italia itu berada di ambang perpisahan dalam waktu sangat dekat.
Chelsea dijadwalkan membuka tahun baru dengan pembicaraan darurat terkait posisi Maresca, menyusul indikasi kuat bahwa ia tidak akan mendampingi The Blues saat bertandang ke Manchester City pada laga liga akhir pekan ini.
Situasi tersebut tidak terlepas dari tekanan yang meningkat sejak Maresca mendapatkan reaksi negatif dari suporter di Stamford Bridge ketika Chelsea hanya mampu bermain imbang 2-2 melawan Bournemouth, hasil yang memperpanjang catatan satu kemenangan dari tujuh laga terakhir.
Keraguan internal mulai mencuat sejak pertengahan Desember 2025, ketika Maresca melontarkan pernyataan samar setelah kemenangan atas Everton, yang justru memicu kebingungan di kalangan manajemen klub.
"Ini adalah 48 jam terburuk saya selama berada di klub," tegas Maresca.
Pernyataan tersebut dipandang sebagai awal dari serangkaian ketegangan, terutama karena Maresca tidak pernah memberikan klarifikasi lanjutan terkait maksud ucapannya maupun konteks yang melatarbelakanginya.
"Banyak orang tidak mendukung saya sebelum pertandingan melawan Everton," beber mantan asisten pelatih Manchester City ini.

Situasi internal semakin memanas setelah Maresca tidak hadir dalam konferensi pers pascalaga melawan Bournemouth, yang kemudian diwakili oleh asistennya, Willy Caballero, meski di kemudian hari muncul klaim bahwa absennya sang pelatih bukan semata karena kondisi kesehatan.
Ketidakhadiran tersebut memperkuat spekulasi bahwa Maresca tengah mempertimbangkan masa depannya di tengah ketidakpuasan terhadap beberapa aspek proyek jangka panjang klub, termasuk struktur pengambilan keputusan dan arah kebijakan teknis.
Chelsea disebut telah menyiapkan skenario antisipasi apabila perpisahan benar-benar terjadi, dengan nama pelatih Strasbourg, Liam Rosenior, masuk dalam daftar kandidat internal mengingat status kedua klub sebagai mitra strategis.
Jika Maresca benar-benar angkat kaki, Chelsea akan kembali berganti pelatih permanen untuk kelima kalinya sejak diambil alih oleh Todd Boehly dan Clearlake Capital pada 2022, suatu kenyataan yang berusaha dihindari manajemen di tengah padatnya jadwal kompetisi.
Perubahan situasi ini kontras dengan posisi Maresca pada akhir November 2025, ketika Chelsea mencatatkan hasil positif di kompetisi Eropa dan domestik, sebelum performa The Blues menurun tajam sepanjang Desember 2025 disertai sorotan terhadap keputusan taktis dan pergantian pemain.
Meski klub mengakui absennya sejumlah pemain kunci seperti Levi Colwill dan Cole Palmer, respons suporter terhadap keputusan Maresca dalam laga terakhir menunjukkan bahwa hubungan antara pelatih dan publik Stamford Bridge juga ikut mengalami keretakan. (Rangga)