
ThePhrase.id - Sihir sering digunakan untuk tujuan buruk, seperti mencelakai orang lain, menimbulkan penyakit, menyebabkan gangguan jiwa, hingga merusak hubungan rumah tangga.
Dalam Islam, sihir termasuk kategori dosa besar sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda:
“Jauhilah tujuh perkara yang merusak (dosa besar).” Para sahabat bertanya, “Apa saja ketujuh perkara itu, wahai Rasulullah?” Beliau pun menjawab, “Syirik kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan perang, serta menuduh zina terhadap perempuan mukmin.” (HR. Buhkari dan Muslim).
Sihir juga mengandung unsur syirik karena melibatkan kekuatan gaib. Padahal, Allah SWT menegaskan dalam surah An-Nisa ayat 48 bahwa perbuatan syirik tak terampuni.
Praktik sihir telah ada sejak zaman Nabi Muhammad Saw. Namun, umat Islam tidak perlu takut berlebihan, sebab Allah SWT telah memberikan perlindungan melalui doa dan petunjuk dari Rasulullah Saw agar terhindar dari praktik sihir.
1. Doa/zikir pertama agar terhindar dari sihir
Sebuah riwayat hadis dalam Sunan Annasai menyebutkan, Nabi Muhammad Saw menganjurkan membaca surah Al-Falaq dan An-Nas untuk perlindungan dari sihir.
“Sesungguhnya Rasulullah bersabda, ‘Wahai Ibnu Abbas, maukah kamu aku beri tahu sesuatu yang paling baik digunakan untuk berlindung?’, Ibnu Abbas menjawab, ‘Iya wahai Rasulullah’, Beliau pun bersabda: baca dua surat ini; ‘qul a’udzu birabbil falaq dan qul a’udzu birabbin nas.”
Nabi Muhammad Saw memang pernah terkena sihir dari seorang Yahudi bernama Labid bin Al-Asham.
Namun, sihir itu hanya memengaruhi fisik Nabi Muhammad Saw, bukan akal dan keyakinannya. Diceritakan bahwa Rasulullah berhalusinasi. Lalu, datanglah dua malaikat yang menjelaskan kondisinya. Salah seorang malaikat menyebut bahwa Nabi Muhammad terkena sihir dan pelakunya Labid bin Al-Asham.
Labid menyihir dengan sisir dan rambut Nabi Muhammad Saw serta kulit mayang kurma jantan. Sihir itu ditempatkan di bawah batu di dalam sumur Dzarwan.
Namun, Nabi Muhammad Saw tidak meminta untuk mengangkat buhul dari sumur karena Allah SWT telah menyembuhkannya.
Nabi Muhammad Saw hanya meminta sumur Dzarwan ditutup. Sejak saat itu, Rasulullah Saw selalu membaca Al-Falaq dan An-Nas sebelum tidur.
2. Doa Kedua
Adalah berasal dari hadits Nabi Muhammad saw:
(Bismillaahilladzii laa yaḍurru ma'as-mihii syai'un fil-arḍi wa laa fis-samaa'i wa huwa as-samii’ul ‘aliim).
Artinya: Dengan lantaran menyebut Nama Allah tidak akan ada sesuatu di bumi dan di langit yang bisa membahayakan. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (HR Abu Dawud dan Al-Tirmidzi).
3. Zikir ketiga agar Terlindungi dari Godaan Jin dan Setan
(Laa ilaha illallahu wahdahuu laa syariika lah. Lahul-mulku wa lahul-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qadiir).
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah dengan kesendirian-Nya. tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kekuasaan, dan bagi-Nya segala pujian. Dialah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia sangat berkuasa atas segala sesuatu”
4. Zikir keempat
(A`uudzu bikalimaatillaahit-taammaati min syarri maa khalaq).
Artinya: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari keburukan apa pun yang diciptakan oleh Allah.
5. Doa/Zikir Kelima
Doa lain penangkal sihir adalah doa yang terdapat dalam Al-Qur'an Surat Al-Mu'minun Ayat 97-98:
(Rabbi a'uudzubika min hamazaatisy Syayaathiin, wa a'uudzubika Rabbi an yahdhuruun).
Artinya: “Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu agar mereka tidak menyertaiku.”
(Z. Ibrahim)