lifestyle

5 Makanan yang Kesannya Sehat Tapi Ternyata Kurang Sehat untuk Dikonsumsi

Penulis Ashila Syifaa
Sep 23, 2023
Ilustrasi produk-produk yang dijual di supermarket. (Foto: Unsplash/Franki Chamaki)
Ilustrasi produk-produk yang dijual di supermarket. (Foto: Unsplash/Franki Chamaki)

ThePhrase.id - Menjaga kesehatan merupakan hal yang penting dilakukan terutama saat memilih produk makanan. Salah satu caranya adalah dengan memastikan produk tersebut sehat untuk dikonsumsi melalui label yang tertera. Namun ternyata tak selamanya produk dengan label sehat sepenuhnya baik untuk tubuh. 

Contohnya adalah sebuah studi yang mengatakan bahwa jus buah dengan kandungan gula alami dapat menurunkan tekanan darah, namun ini tidak sepenuhnya benar. Meskipun lebih sehat dan bermanfaat untuk kesehatan, efek penurunannya kurang signifikan.

Ahli gizi atau pakar kesehatan lainnya lebih menyarankan untuk membuat jus atau smoothie dengan buah-buahan atau sayuran agar meningkatkan asupan sehat dan mencegah lonjakan gula darah yang ekstrem. Hal ini jauh lebih sehat dibandingkan dengan mengonsumsi jus buah yang siap saji di supermarket. Alasannya adalah produk tersebut termasuk dalam ultra-processed food atau produk makanan yang melalui berbagai pemrosesan, dan biasanya mengandung banyak bahan tambahan.

Bukan hanya jus - banyak makanan dan minuman yang dijual sekarang dianggap ultra-processed food, meskipun dikemas dengan label yang menunjukkan manfaat kesehatannya. Ilmuwan medis dan ahli gizi kesehatan masyarakat, Federica Amati, MD, menyebut ini sebagai efek “health halo”. 

"Ini adalah istilah yang kita gunakan untuk menggambarkan ketika makanan ultra-processed food (UPF) dan makanan kemasan lainnya diberi label 'sumber baik vitamin D', atau 'tinggi serat' untuk membuatnya terlihat seolah-olah mereka adalah pilihan yang sehat," jelasnya melansir Vogue.

Salah satu contohnya termasuk produk kemasan berlabel ‘'rendah lemak' atau 'rendah kalori'. Ia menjelaskan bahwa makanan yang diproses secara minimal tidak akan berlabel menjelaskan bahwa itu sehat, seperti kaleng kacang.

Namun, pembeli tidak dapat disalahkan dengan label-label ini, meskipun memberikan informasi yang kurang tepat.

Berikut lima makanan dan minuman teratas yang mungkin terdengar sehat, tetapi seringkali tidak:

1. Jus dan smoothie supermarket

Sering kali kemasan jus atau smoothie di supermarket memiliki label 'sumber vitamin' atau 'dibuat dengan buah asli' atau penjelasan seperti  'satu dari 5 porsi buah sehari'. Nyatanya jus dan smoothie supermarket adalah minuman manis yang secara langsung dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi pada anak-anak dan risiko obesitas serta diabetes tipe 2 pada orang dewasa.

2. Protein bar

Snack protein atau protein bar diberi label sebagai 'tinggi protein', 'paleo', 'keto', dan 'rendah gula', dan seringkali mengandung puluhan bahan, banyak di antaranya adalah pemanis buatan  yang kita tahu tidak membantu mikroba usus dan kesehatan secara keseluruhan.

3. Sereal sarapan

Tak jarang juga sereal sarapan memiliki label 'sumber vitamin D', 'dibuat dengan biji-bijian utuh', 'berbasis tumbuhan', dan 'mengandung zat besi', tetapi sebagian nyatanya seral adalah ultra-processed food dengan kandungan tinggi gula atau pemanis, rendah nilai gizi, dan bukan cara yang baik untuk memulai hari.

4. Roti dan kue supermarket

Roti atau kue supermarket juga merupakan salah satu yang termasuk dalan ultra-processed food, beberapa telah dibekukan selama berminggu-minggu dan dimasak 'segar di tempat' pada pagi itu. Produk ini dapat mengandung hingga 30 bahan, termasuk berbagai jenis pengawet, pengemulsi, gula ekstrak, pati, dan pewarna buatan. Roti atau kue segar hanya memerlukan tepung, air, ragi atau sourdough, dan sejumput garam atau mentega.

5. Camilan anak-anak

Ini adalah salah satu contoh terburuk karena sering kali di label sebagai makanan yang sangat baik dan sehat. Namun, sayangnya tak banyak orang tua yang menyadari bahwa camilan anak juga termasuk dalam ultra-processed food. [Syifaa]

 
Related News

Popular News

 

News Topic