
ThePhrase.id – Di tengah situasi bencana hidrometeorologi besar yang melanda Sumatra akhir November 2025 lalu, sejumlah publik figur menyuarakan kritik dan keresahan mereka terkait penanganan bencana. Namun alih-alih mendapat ruang dialog, beberapa di antaranya justru mengalami teror dari pihak tak dikenal.
Siapa sajakah publik figur yang mendapatkan teror tersebut? Berikut lima publik figur yang diteror usai mengkritik penanganan bencana di Sumatra, dilansir dari berbagai sumber.
Aktor satu ini menjadi salah satu figur yang mengalami teror. Sebelumnya, Yama mengunggah video satire yang menyindir pemerintah terkait penanganan banjir di Sumatra. Tak lama setelah itu, Yama mengaku mendapat teror berupa peretasan serta kiriman paket COD dari akun fiktif.
Ironisnya, sebagian warganet justru meragukan pengakuannya dan menuding kejadian tersebut sebagai rekayasa. Menanggapi hal itu, Yama meminta publik menggunakan empati dan hati nurani. Yama juga menjelaskan bahwa teror tersebut berdampak pada kondisi mental dan psikisnya, sehingga tidak mudah diproses secara hukum karena tidak ada kerugian fisik yang terjadi.
Teror serupa juga dialami Sherly Annavita. Konten kreator asal Aceh yang dikenal vokal menyuarakan isu politik ini menceritakan keresahannya terkait penanganan bencana Sumatra, lalu menerima ancaman.
Ancaman yang ia terima berupa rumah yang dilempar telur, mobil di depan rumahnya dicoret menggunakan piloks, serta secarik kertas berisi kalimat intimidatif yang menuduhnya memanfaatkan bencana demi popularitas dan keuntungan pribadi.
Tak hanya mengirimkan kertas ancama, peneror juga mengirimkan data keluarga Sherly. Melalui penjelasannya, Sherly menegaskan tidak menuduh pihak tertentu, namun berharap peristiwa serupa tidak terulang kembali di Indonesia.
Influencer Ramond Dony Adam atau DJ Donny juga melaporkan dugaan teror serius ke Polda Metro Jaya. Ia menerima kiriman bangkai ayam disertai ancaman tertulis. Selain itu, rumahnya juga menjadi sasaran pelemparan bom molotov pada Rabu 31 Desember 2025 dini hari.
Beruntung, api dari bom tersebut padam sebelum menimbulkan kerusakan lebih besar. DJ Donny menilai rangkaian teror ini bukan sekadar ancaman personal, melainkan tindakan kriminal yang membahayakan keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga perlu ditindak secara hukum.
Dari kalangan aktivis, Iqbal Damanik, Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace, turut mengalami teror. Pada Selasa 30 Desember 2025 dini hari, ia menemukan bangkai ayam di teras rumahnya tanpa pembungkus.
Selain itu, ditemukan juga kertas berisi pesan ancaman yang memintanya untuk menjaga ucapannya agar keselamatan keluarganya tidak terancam.
Sementara itu, Viridan Aurellio juga mendapatkan serangkaian teror dalam waktu singkat. Telepon genggam milik adiknya sempat diretas dan mengirim konten tidak senonoh, sementara kerabat dan teman yang turut ke Aceh menerima pesan bernada fitnah dari nomor tak dikenal.
Tak hanya lewat daring, teror ini juga berlanjut secara langsung, mulai dari pemecahan kaca mobil oleh sekelompok orang tidak dikenal hingga kedatangan orang tak dikenal ke rumahnya. Serangkaian teror ini disebut Viridan sebagai upaya pemecah belah dan mengajak semua pihak menghentikan aksi intimidasi, terutama di tengah upaya pemulihan pascabencana.
Selain lima nama tersebut, pengalaman serupa juga dialami figur lain seperti Axel Christian dan Pitengz. Rentetan teror terhadap konten kreator dan aktivis pengkritik kebijakan pemerintah ini memicu kecaman luas. Banyak pihak menilai ancaman maupun teror seperti ini tidak sesuai dengan nilai Indonesia sebagai negara demokrasi yang menjunjung kebebasan berekspresi dan menyampaikan kritik. [fa]