55 Cancri e, ‘Planet Neraka’ Temuan NASA

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mengumumkan sebuah planet yang unik baru-baru ini. Planet tersebut diberi nama 55 Cancri e yang berjarak 50 tahun cahaya dari bumi. Ukuran planet ekstrasurya tersebut dua kali dari ukuran bumi dan planet itu terjebak di orbit pasang surut yang sangat cepat di sekitar bintangnya.

Sama seperti bumi, planet 55 Cancri e memiliki 1 bintang induk yang serupa dengan matahari. Para peneliti dari NASA mengatakan bahwa jarak planet 55 Cancri e ke bintang induknya hampir sama dengan jarak Merkurius dengan Matahari. Karena jarak yang sangat dekat itu, maka suhu di permukaan planet 55 Cancri e menjadi sangat panas hingga disebut sebagai ‘planet neraka’.

Planet 55 Cancri e (Foto: ESA/Hubble)

Planet 55 Cancri e mengalami fenomena gravitasi yang terkunci sehingga tidak mengalami rotasi. Hal itu terjadi sama dengan bulan terhadap bumi. Akibat tidak dapat berotasi, salah satu sisi planet 55 Cancri e akan selalu mengalami siang dengan suhu 2.300 derajat Celcius dan sisi yang lain akan selalu mengalami malam dengan suhu 1.300 sampai 1.400 derajat Celcius. Dari suhu tersebut, planet 55 Cancri e disebut sebagai ‘planet neraka’.

Selanjutnya, di planet 55 Cancri e terdapat banyak unsur karbon yang menyelimuti hampir seluruh planet dan berinteraksi dengan suhu yang sangat ekstrem dalam jangka waktu yang sangat lama. Hal itu membuat unsur karbon tersebut berubah menjadi berlian. Namun, meski disebut berlian, bentuknya tidak sama dengan berlian yang biasa kita lihat di Bumi.

Sama seperti Bumi, planet 55 Cancri e juga memiliki bintang induk. Periode orbitalnya terhadap bintang induk tersebut awalnya diperkirakan oleh para ilmuwan NASA terjadi selama 2,8 hari. Namun, setelah diteliti lebih lanjut pada tahun 2011, periode orbital planet 55 Cancri e terjadi kurang dari 18 jam.

Hal itu membuktikan bahwa planet tersebut terletak dekat dengan bintang induknya, yaitu hanya 2,2 juta kilometer atau 65 juta kali lebih dekat dibandingkan dengan jarak Bumi ke Matahari. Ukuran bintang induk tersebut relatif lebih kecil dibandingkan dengan Matahari, namun karena jaraknya yang sangat dekat membuatnnya terlihat besar seperti menggantung di langit planet 55 Cancri e.

Jika dibandingkan dengan Bumi, besar planet 55 Cancri e yaitu 2 kalinya ukuran Bumi. Namun, ukuran tersebut masih lebih kecil dari planet neptunus. Planet yang berada di luar Galaksi Bimasakti itu juga memiliki kepadatan massa yang lebih tinggi dibandingkan dengan planet dengan ukuran yang sama. Sampai saat ini, ilmuwan masih mempelajari apakah kepadatan tersebut adalah hasil dari peluruhan karbon atau bukan.

Para ilmuwan NASA di tahun 2016 meneliti planet 55 Cancri e menggunnakan Teleskop Antariksa Spitzer. Mereka mengatakan bahwa di planet tersebut bisa saja mengandung nitrogen, air, dan oksigen. Namun, setelah dilakukan pengamatan menggunakan teleskop Hubble, para ilmuwan NASA menyatakan bahwa planet 55 Cancri e tidak dapat dihuni oleh manusia. Hal itu karena pada realitanya atmosfer planet itu hanya terdiri dari hidrogen dan helium.

Planet 55 Cancri e dengan mataharinya (Foto: commons.wikimedia.org)

Selanjutnya dari planet unik ini yaitu aliran lavanya yang terlihat sama dengan planet lain pada umumnya. Melalui teleskop Spitzer, para ilmuwan NASA menangkap adanya lava yang mengalir bebas akibat adanya gaya gravitasi dan mengeras pada titik tertentu di permukaan planet. Terdapat danau-danau lava yang menciptakan titik-titik panas lokal dengan suhu yang sangat tinggi. Namun, danau-danau tersebut tidak bisa dilihat secara langsung dari luar planet akibat tebalnya atmosfer.

Selain melakukan penelitian terhadap planet 55 Cancri e, para ilmuran NASA juga melakukan penelitian terhadap beberapa planet lain di sekitarnya. Diperkirakan terdapat 4 atau 5 planet yang strukturnya tidak sama dengan planet 55 Cancri e. Salah satu dari planet-planet tersebut dianggap bisa jadi memiliki struktur yang mendukung kehidupan dan diberi kode 55-Cnc.

Sampai saat ini para ilmuwan NASA masih mendalami tentang planet 55 Cancri e, seperti apakah pada planet tersebut mengalami pasang-surut sampai atmosfernya yang terlihat dinamis dan bisa memindahkan panas. Untuk mendukung penelitiannya, para ilmuwan menggunakan Teleskop Luar Angkasa James Web yang dianggap mampu untuk mempelajari atmosfer dan evolusi dari planet 55 Cancri e. [hc]

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you