religion

6 Waktu Mustajab untuk Berdo’a

Penulis Zuhri Ibrahim
Jul 29, 2026
Sepertiga malam terakhir adalah salah satu waktu terbaik untuk berdoa. (Foto: Freepik)
Sepertiga malam terakhir adalah salah satu waktu terbaik untuk berdoa. (Foto: Freepik)

ThePhrase.id - Di antara usaha yang bisa kita upayakan agar do’a kita dikabulkan oleh Allah Ta’ala adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu tertentu yang dijanjikan oleh Allah bahwa do’a ketika waktu-waktu tersebut dikabulkan. Di antara waktu-waktu tersebut adalah:

1. Ketika Sahur atau di Sepertiga Malam Terakhir

Sebagian kita mengira bahwa waktu sahur hanyalah waktu untuk menyantap makanan. Padahal waktu tersebut bisa pula digunakan memanjatkan do’a kepada Allah Ta’ala, untuk memohon setiap hajat-hajat kita.

Dalam hadits muttafaqun ‘alaih, dari Anas bin Malik, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِى السَّحُورِ بَرَكَةً

Artinya: “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Allah Ta’ala pun mencintai hamba-Nya yang berdoa di sepertiga malam yang terakhir. Waktu sahur dan menjelang Shubuh karena saat itu Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan do’a hambanya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ مَنْ يَدْعُونِى أَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِى فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُنِى فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: “Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman; barangsiapa yang berdo’a, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya.“ (HR. Bukhari dan Muslim).

2. Ketika Berbuka Puasa

Keberkahan waktu berbuka puasa adalah dikabulkannya do’a orang yang berpuasa, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam:

 

ثَلَاثةٌ لا تُرَدُّ دَعوَتُهُمُ؛ الإمامُ العادِلُ، والصّائمُ حَتَّى يُفطِرَ، ودَعوَةُ المَظلومِ

Artinya: Ada tiga do’a yang tidak tertolak. Do’anya orang yang berpuasa ketika berbuka, do’anya pemimpin yang adil dan do’anya orang yang terzalimi.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah).

3. Do’a Antara Adzan dan Iqamah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

إِنَّ الدُّعَاءَ لاَ يُرَدُّ بَيْنَ الأَذَانِ وَالإِقَامَةِ فَادْعُوا

Artinya: Sesungguhnya do’a yang tidak tertolak adalah do’a antara adzan dan iqamah, maka berdo’alah (kala itu).” (HR. Ahmad).

4. Saat Sujud dalam Shalat

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

 

أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ

Artinya: Seorang hamba berada paling dekat dengan Rabb-nya ialah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah berdo’a ketika itu” (HR. Muslim).

5. Do’a di Hari Jum’at

Waktu yang sangat dianjurkan untuk berdo’a di hari Jum’at, bisa jadi saat imam duduk di antara dua khutbah, atau ba’da Ashar sampai menjelang waktu Maghrib.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan tentang hari Jum’at, lantas beliau bersabda:

 

فِيهِ سَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ ، وَهْوَ قَائِمٌ يُصَلِّى ، يَسْأَلُ اللَّهَ تَعَالَى شَيْئًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَأَشَارَ يَدِهِ يُقَلِّلُهَا

Artinya: “Di hari Jum’at terdapat suatu waktu yang tidaklah seorang hamba muslim yang ia berdiri melaksanakan shalat lantas ia memanjatkan do’a pada Allah bertepatan dengan waktu tersebut melainkan Allah akan memberi apa yang ia minta.” Dan beliau berisyarat dengan tangannya akan sebentarnya waktu tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Waktu Duduknya Imam di Mimbar sampai Selesai Shalat

Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: aku pernah mendengar dari ayahku (Abu Musa), ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 

هِىَ مَا بَيْنَ أَنْ يَجْلِسَ الإِمَامُ إِلَى أَنْ تُقْضَى الصَّلاَةُ

Artinya: “Waktu tersebut adalah antara imam duduk ketika khutbah hingga imam menunaikan shalat Jum’at.” (HR. Muslim)

  • Ba’da Ashar sampai Tenggelamnya Matahari

يَوْمُ الْجُمُعَةِ ثِنْتَا عَشْرَةَ يُرِيدُ سَاعَةً لاَ يُوجَدُ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ

Artinya: “(Waktu siang) di hari Jum’at ada 12 (jam). Jika seorang muslim memohon pada Allah ‘azza wa jalla sesuatu (di suatu waktu di hari Jum’at) pasti Allah ‘azza wa jalla akan mengabulkannya. Carilah waktu tersebut yaitu di waktu-waktu akhir setelah ‘Ashar.” (HR. Abu Dawud,dan An-Nasa’i).

6. Ketika Hujan Turun

Hujan adalah nikmat Allah Ta’ala. Oleh karena itu tidak boleh mencelanya. Sebagian orang merasa jengkel dengan turunnya hujan, padahal yang menurunkan hujan tidak lain adalah Allah Ta’ala. Oleh karena itu, daripada tenggelam dalam rasa jengkel lebih baik memanfaatkan waktu hujan untuk berdo’a  memohon apa yang diinginkan kepada AllahKarena ketika turun hujan merupakan waktu mustajab untuk berdo’a.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ثِنْتَانِ مَاتُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ تَحْتَ الْمَطَرِ

Artinya: “Do’a tidak tertolak pada 2 waktu, yaitu ketika adzan berkumandang dan ketika hujan turun.” (HR. Al-Hakim).

Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab do’a pada waktu hujan turun tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat Allah, khususnya curahan hujan pertama di awal musim. (Z. Ibrahim)

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic