
Thephrase.id - Masa jabatan Ruben Amorim sebagai pelatih Manchester United berakhir secara mendadak dan penuh ketegangan setelah ia diberhentikan di pusat latihan Carrington menyusul rangkaian konflik internal yang memuncak dalam 72 jam terakhir.
Tak lama setelah menerima pemberitahuan pemecatan dari CEO Omar Berrada dan direktur sepak bola Jason Wilcox, Amorim langsung mengemas barang-barangnya ke dalam sebuah kotak, berpamitan singkat, lalu meninggalkan kompleks latihan saat para asistennya melakukan hal serupa ketika beberapa pemain mulai berdatangan.
Keputusan tersebut mengakhiri kepemimpinan Amorim setelah 14 bulan dan membuat Manchester United menunjuk Darren Fletcher sebagai pelatih interim, sementara Setan Merah juga berkewajiban membayar kompensasi sekitar 10 juta poundsterling (Rp226 miliar) kepada Amorim dan staf kepelatihannya.
Laporan The Athletic mengungkap bahwa hubungan antara Amorim dan Jason Wilcox memburuk secara signifikan dalam sebuah pertemuan panas yang membahas persoalan taktik dan kebijakan transfer.
Dalam pertemuan itu, Wilcox menyampaikan bahwa sejumlah pemain mengalami kebingungan terhadap sistem 3-4-2-1 yang diterapkan Amorim, terutama karena perbedaan pendekatan antara sesi latihan dan susunan pemain saat pertandingan.
Amorim menanggapi dengan menyatakan bahwa masalah utama terletak pada kebutuhan pergantian pemain, sementara Wilcox menekankan pendekatan bertahap untuk mengembangkan skuad tanpa mengubah arah kepelatihan secara drastis.
Ketegangan tersebut membuat Amorim menyatakan keinginannya untuk meninggalkan klub dan menghubungi agennya, yang kemudian berujung pada pembatalan pertemuan antara dirinya dan para pemain Manchester United.
Tekanan internal juga datang dari pemilik minoritas Sir Jim Ratcliffe yang secara terbuka menginginkan Manchester United beralih ke sistem empat bek, sebuah pandangan yang memperumit dinamika pengambilan keputusan di level manajemen.
Selain persoalan taktik, ketidakpuasan Amorim muncul dalam urusan transfer setelah ia merasa Setan Merah tidak sepenuhnya berupaya merekrut Antoine Semenyo, yang pada akhirnya memilih berlabuh ke klub lain meski sempat menjalani pendekatan intensif.
Keretakan semakin melebar akibat perbedaan pandangan antara Amorim dan direktur rekrutmen Christopher Vivell terkait profil pemain, fleksibilitas sistem permainan, serta evaluasi terhadap kebutuhan skuad.
"Situasinya akan seperti ini selama 18 bulan atau sampai dewan memutuskan untuk melakukan perubahan, saya tidak akan mengundurkan diri, dan saya akan tetap menjalankan tugas sampai orang lain datang ke sini untuk menggantikan saya," beber Amorim.
Pernyataan tersebut mempercepat diskusi antara Sir Jim Ratcliffe dan keluarga Glazer sebagai pemegang saham mayoritas, yang kemudian berujung pada keputusan final untuk mengakhiri kerja sama dengan Amorim.
Setelah pemecatan itu, Jason Wilcox mengumpulkan para pemain dan menyampaikan bahwa klub terkejut dengan perubahan sikap Amorim dalam dua hari terakhir, sekaligus mengumumkan Darren Fletcher akan memimpin tim dalam dua pertandingan berikutnya.
"Kami tidak memahami apa yang terjadi dalam 48 jam terakhir, kami merasa telah memberikan apa yang ia minta, tetapi ia sudah menyampaikan keinginannya untuk pergi," tegasnya.
Manchester United kini menanggung kewajiban membayar penuh kontrak Amorim dan enam anggota stafnya, sebuah konsekuensi dari kesepakatan awal yang disusun ketika klub ingin mempercepat kepergiannya dari Sporting CP.