
ThePhrase.id - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menetapkan 9 tradisi dan budaya Jambi sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb). Penetapan ini menjadi bukti bahwa Provinsi Jambi memiliki jejak peradaban yang kuat sejak masa lalu.
“Ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah kepada bapak dan ibu yang telah menekuni bidangnya masing-masing. Semoga penetapan ini dapat dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah Provinsi Jambi,” ujar Gubernur Jambi Al Haris di Jambi, Rabu (9/1), seperti dikutip dari Antara.
Gubernur Jambi juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan pelaku budaya yang menerima penghargaan WBTb. Penghormatan juga diberikan kepada pada maestro seni yang memiliki peran dan jasa yang bernilai besar dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan jambi.
Sembilan tradisi dan budaya masyarakat Jambi yang teladh ditetapkan oleh Kemenbud, sebagai berikut:
Selain penetapan WBTb, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi turut menganugerahkan penghargaan kebudayaan kepada dua maestro seni tradisi yang telah mendedikasikan hidupnya bagi pelestarian budaya daerah.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Aisyah sebagai maestro seni tradisi bidang musik Kelintang Perunggu dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur, serta Abu Bakar sebagai maestro seni tradisi Krinok asal Rantau Pandan, Kabupaten Bungo.
“Keberadaan para maestro budaya menjadi teladan penting bagi generasi muda agar tetap mencintai dan melestarikan warisan leluhur. Kami berharap masih banyak potensi budaya dan maestro dari Jambi yang belum muncul ke permukaan, terutama dari wilayah pesisir. Insya Allah, tahun depan akan kami usulkan,” ujar Gubernur Jambi.
Sebelumnya, pemerintah telah menetapkan sekitar 700 Warisan Budaya Takbenda secara nasional. Ke depan, Kementerian Kebudayaan menargetkan penetapan 2.000 warisan budaya guna memperkuat kekayaan budaya Indonesia serta memperluas pengenalannya kepada masyarakat.
Sebagai informasi, penetapan WBTb tersebut merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melestarikan dan melindungi aspek-aspek kebudayaan yang bersifat dinamis tetapi rentan terhadap perubahan zaman dan arus globalisasi. Warisan Budaya Takbenda mencakup berbagai bentuk budaya dan tradisi, mulai dari praktik, ekspresi, pengetahuan, hingga keterampilan, termasuk instrumen, objek, artefak, serta ruang budaya yang diakui oleh suatu komunitas atau kelompok sebagai bagian dari warisan budayanya. [Syifaa]