sportPiala Dunia 2026

Ada Dugaan Match Fixing di Piala Dunia 2026?

Penulis Ahmad Haidir
Jul 24, 2026
Ada isu bahwa match fixing terjadi di Piala Dunia 2026, namun dibantah FIFA. Foto Instagram Kylian Mbappe.
Ada isu bahwa match fixing terjadi di Piala Dunia 2026, namun dibantah FIFA. Foto Instagram Kylian Mbappe.

Thephrase.id - Piala Dunia 2026 sempat diwarnai beragam tudingan mengenai dugaan pengaturan pertandingan dan praktik korupsi. Akan tetapi, FIFA menegaskan bahwa seluruh jalannya turnamen berada dalam pengawasan ketat dan tidak ditemukan bukti yang mendukung tuduhan tersebut.

Piala Dunia yang berakhir pada Senin, 20 Juli 2026 itu dimenangi Timnas Spanyol setelah mengalahkan Timnas Argentina 1-0 di New York New Jersey Stadium melalui gol tunggal Ferran Torres.

FIFA juga telah membuka penyelidikan terkait insiden setelah peluit akhir berbunyi yang diduga melibatkan Nahuel Molina, Leandro Paredes, Thiago Almada, serta asisten pelatih Roberto Ayala dalam perselisihan dengan sejumlah pemain Timnas Spanyol.

Sepanjang Piala Dunia, Timnas Argentina yang datang sebagai juara bertahan menjadi sorotan karena adanya klaim memperoleh keuntungan dari sejumlah keputusan wasit, termasuk setelah kemenangan kontroversial 3-2 atas Timnas Mesir pada babak 16 besar.

Di tengah munculnya laporan bahwa Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) tengah mempertimbangkan langkah hukum atas penyebaran informasi yang dinilai menyesatkan mengenai para pemainnya selama turnamen, FIFA memastikan hasil pemantauan integritas sepanjang Piala Dunia 2026 tidak menemukan aktivitas taruhan yang mencurigakan maupun indikasi manipulasi pertandingan dalam seluruh 104 laga yang digelar.

FIFA menjelaskan bahwa FIFA Integrity Task Force yang dibentuk untuk melindungi seluruh kompetisi FIFA dari ancaman manipulasi pertandingan telah menuntaskan operasinya sepanjang Piala Dunia 2026 setelah memantau secara langsung aktivitas di lapangan dan pasar taruhan pada seluruh partai.

FIFA juga menyatakan bahwa seluruh laporan pemantauan taruhan, data pendukung, serta informasi lain yang diterima dari anggota Task Force maupun mekanisme pelaporan yang tersedia dikumpulkan secara terpusat, dianalisis.

Kemudian dibagikan kepada seluruh anggota sesuai prosedur operasional untuk memastikan setiap potensi ancaman dapat ditindaklanjuti secara cepat.

FIFA menambahkan bahwa kolaborasi lintas lembaga dalam FIFA Integrity Task Force memungkinkan proses penilaian terhadap setiap peringatan maupun indikasi dugaan manipulasi dilakukan secara terkoordinasi.

Dengan anggota yang terdiri atas AFC, CAF, Concacaf, CONMEBOL, UEFA, OFC, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat, Asosiasi Sepak Bola Kanada, Federasi Sepak Bola Meksiko, FBI, INTERPOL, United Nations Office on Drugs and Crime, Council of Europe, Group of Copenhagen, Sportradar, International Betting Integrity Association, United Lotteries for Integrity in Sports, IC360, Genius Sports, Departemen Kehakiman Amerika Serikat, Sport Integrity Canada, Competition Bureau Canada, Comision Federal de Competencia Economica, serta sejumlah pakar independen.

"FIFA Integrity Task Force memberikan kerangka kerja yang kuat selama Piala Dunia FIFA 2026 untuk berbagi intelijen, menilai berbagai potensi kekhawatiran, dan mengoordinasikan respons secara tepat waktu," beber Senior Integrity Manager FIFA, Liam Rich. 

"Kami berterima kasih kepada seluruh anggota Task Force atas keahlian dan komitmen mereka selama kompetisi berlangsung, serta berharap dapat melanjutkan kolaborasi ini pada turnamen-turnamen FIFA berikutnya," tandasnya.

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic