
ThePhrase.id - Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan bahwa organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat, yang baru-baru ini bertransformasi menjadi partai politik akan menjadikan sosok mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai ‘imam politik’ bagi kader partai.
Adi menyampaikan hal tersebut bertujuan untuk menarik simpati, termasuk menarik masyarakat untuk bergabung menjadi bagian dari kader partai agar dapat bersaing pada pemilihan umum (pemilu) pada 2029 mendatang.
“Tentu ini adalah sesuatu yang mestinya dilakukan oleh Partai Gerakan Rakyat sebagai upaya untuk menjadi partai besar, kompetitif, dan terutama akan menghadapi persaingan politik di 2029 dan di masa-masa yang akan datang,” ujar Adi melalui video dalam kanal YouTube resminya, Adi Prayitno Official yang tayang pada Minggu (18/1).
Diketahui sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat mendeklarasikan diri menjadi partai politik dalam agenda Rakernas I Gerakan Rakyat yang digelar di Jakarta pada Sabtu (17/1) hingga Minggu (18/1).
Hal tersebut, menurut Adi, menjadi pemberitaan yang cukup menyita perhatian publik, karena ormas Gerakan Rakyat selama ini identik dengan Anies Baswedan, yang juga seorang mantan calon presiden pada Pemilu 2024 lalu.

Adi menilai, salah satu hal yang kini menjadi teka-teki bagi publik yakni posisi Anies, apakah akan bergabung dengan Partai Gerakan Rakyat atau tetap menjadi aktivis politik sebagaimana saat ini dirinya tak lagi menjadi pejabat publik.
Adapun ia menyoroti ketika Anies, yang saat ini berstatus sebagai Anggota Kehormatan Gerakan Rakyat, memberikan sejumlah pernyataan dan arahan politik kepada kader partai tersebut, soal kondisi politik di Indonesia secara umum.
“Jadi, kalau mau jujur salah satu teka-teki yang paling banyak ditunggu oleh publik hingga saat ini, setelah ormas ini bertransformasi menjadi partai politik, di mana posisi Pak Anies Baswedan?” tukas Adi.
Meski demikian, Adi mengatakan bahwa bisa saja Anies tetap menjadi pihak yang terasosiasi sebagai sosok yang identik dengan Partai Gerakan Rakyat, namun secara formal masih tidak menjadi bagian dari partai itu.
Adi menggambarkan hal tersebut dengan peran Presiden ke-5 RI, Joko Widodo (Jokowi) yang selalu dikait-kaitkan secara emosional maupun politik, bahkan dianggap sebagai satu-satunya magnet politik Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
“Secara legal formal, Pak Jokowi masih belum menentukan, apakah Pak Jokowi akan menjadi anggota PSI, tapi secara umum publik saya kira sudah tahu bahwa bicara PSI hari ini, ya Jokowi,” tandasnya. (Rangga)