features

Aib Jokowi Dibongkar Masif ke Publik

Penulis Aswandi AS
Oct 28, 2026
Mantan Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) (kiri) bersama Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo (kanan). (Foto: Wikipedia)
Mantan Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) (kiri) bersama Wakil Walikota FX Hadi Rudyatmo (kanan). (Foto: Wikipedia)

ThePhrase.id - Tidak ada kebohongan yang abadi dan bisa bertahan lama.  Ungkapan ini pas untuk menggambarkan kondisi Jokowi saat ini.  Kebohongan dan dosa yang dilakukannya selama dua dekade berkuasa dan menjadi pejabat publik, satu-satu mulai dibongkar ke publik.  Kisah yang dibongkar oleh mantan orang dekatnya dan orang yang mengamati dan menguji ucapan dan tindakan Jokowi selama berkuasa.

Salah satu kebohongan monumental Jokowi adalah kisah tentang mobil Esemka. Mobil untuk praktek  anak-anak SMK yang diblow-up seolah  sebagai prototype mobil nasional. Jokowi sebagai promotor mobil itu berkeliling menyihir publik  dengan manipulasi informasi tentang proyek besar yang sedang dikerjakannya. Di depan media pun, Jokowi tidak ragu untuk berdusta dengan mengatakan mobil itu sedang diproduksi masif untuk menjawab permintaan pesanan masyarakat.  

Tidak ada yang mengkoreksi ucapan dan tindakan Jokowi, termasuk F.X. Hadi Rudyatmo, Wakil Jokowi di Pemerintahan Kota Surakarta saat itu. Namun kini, Rudy lah yang banyak membongkar kisah kebohongan Jokowi di awal-awal perjalanannya menuju puncak  kepemimpinan nasional.  Rudy, mulai membuka kisah kelam Jokowi dan keluarganya setelah Jokowi keluar dari PDIP, tahun 2023.  Menurut  Rudy, Jokowi keluar dari PDIP karena Megawati menolak permintaannya untuk perpanjangan masa jabatannya tiga periode.

“Minta perpanjangan, minta tiga periode. Mbak Mega itu orang ataupun ketua umum yang taat dan patuh terhadap konstitusi," kata Rudy, dalam jumpa pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (29/11/2023).

Adapun soal mobil Esemka itu, menurut Rudy adalah mobil rakitan  asal China yang digunakan anak-anak SMK 2 Surakarta untuk praktek.  Namun, kemudian dibranding sebagai mobil yang sudah standar produksi, setelah dua unit mobil yang baru dirakit dan dicat yang disebut sebagai kendaraan dinas Walikota dan Wakil Walikota.

“Pertama kali kita habis dilantik perkenalan tahun baru, tanggal 3 Januari kalau tidak salah, itu kita pasang AD 1 dan AD 2,” kata Rudy di podcast Akbar Faizal Uncensored, 28 Juli 2026.

Setelah pemajangan 2 unit itu, menurut Rudy pemberitaan tentang mobil Esemka meledak dengan tokohnya Joko Widodo yang mondar-mandir di media massa menjelaskan ke publik tentang kisah mobil tersebut. Jokowi juga menjelaskan tentang produksi masif dan pemesanan mobil  yang sudah mencapai ribuan pemesan.  Namun, setelah Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta, Esemka pun ditinggalkan dan kisahnya pun mulai tenggelam.

Sesekali muncul pemberitaan tentang mobil Esemka karena pertanyaan dan desakan publik untuk tahu kisah sebenarnya.  Produksi masif dan ribuan pemesan itu pun ternyata hanya wacana dan tidak pernah ada.  Yang ada hanya foto sebuah gudang di Boyolali, dengan ratusan unit mobil China yang dulu disebut Gudang Esemka.  Isinya adalah mobil China merek Changan, model pick up untuk Esemka Bima,  Merek Shineray untuk mobil listrik Esemka Bima EV, dan merek Foday  untuk Model SUV Esemka Garuda 1.

PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) selaku pemegang merek Esemka membantah tudingan bahwa mobil mereka sekadar mengganti emblem mobil China tanpa proses produksi lokal.  Perusahaan itu menjelaskan telah menjalin kerja sama dengan berbagai pemasok komponen dalam negeri. Namun mobil yang semula disebut sebagai mobil nasional itu, sampai hari ini tidak ada satupun yang ada mengaspal di jalan-jalan.  Karena memang tujuannya bukan untuk membangun produk dalam negeri, tetapi untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas Jokowi.

Rudy mengungkapkan, pemberitaan masif tentang mobil Esemka juga bertujuan untuk menutupi sebuah fakta  tentang utang Pemkot Solo kepada PLN sebesar Rp13 miliar. PLN mengancam akan memutuskan aliran listrik ke Solo jika tunggakan itu tidak dibayar.

Kebohongan lain yang cukup viral pada awal perjalanan Jokowi di Solo adalah  kisah tentang pemindahan pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Taman Monumen 45 Banjarsari ke Pasar Klithikan Notoharjo di Semanggi, Pasar Kliwon, Solo. Jokowi diberitakan tidak menggunakan kekerasan atau penggusuran paksa. Ia mengajak para pedagang bermusyawarah dan makan bersama hingga 54 kali pertemuan selama 7 bulan untuk menyampaikan rencana relokasi. Padahal pertemuannya hanya dua kali dan Jokowi tidak hadir dalam pertemuan itu.

“Yang hadir saya sendiri, cuma tidak ada yang memberitakan, dan saya tidak ingin menonjolkan diri” ungkap Rudy.  

Demikian  juga pengakuan Jokowi tentang pernah digusur 3 kali  selama tinggal di Solo. Menurut Rudy, pengakuan itu adalah  cerita bohong. Sebab, orang yang mengalami 3 penggusuran itu adalah dirinya bukan Jokowi.

Selain F.X. Hadi Rudyatmo, tokoh lain yang cukup intens mengungkapkan kebohongan Jokowi adalah Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu.  Said Didu sudah pernah membuat daftar 10 kebohongan Jokowi sejak 2019, di antaranya tentang pembangunan infrastruktur dan fasilitas informasi dan komunikasi untuk daerah pedalaman.  Namun Said mengungkapkan keburukan Jokowi ketika Jokowi masih berkuasa, sehingga apa yang disampaikan Said Didu, hanya terdengar di kalangan terbatas.  Tahun 2025, Said menambah daftar panjang kebohongan Jokowi, mulai dari identitas dirinya, jalan politik Gibran, kepalsuan pelaksanaan Pemilu, korupsi ribuan triliun dan kebohongan lembaga survey.

“Kebohongan tukang-tukang survei yang sekarang jadi komisaris BUMN di mana-mana," kata Said Didu, Senin 14 Juli 2025 lalu.

Mantan Ketua Dewan Guru Besar Universitas Gadjah Mada, Prof Koentjoro blak-blakan menyebut Jokowi sebagai seorang pembohong.

“Tahun 2024 saya membaca petisi, ketika saya mau membaca petisi kemudian dikutip di mana-mana, saya (menyatakan) sangat tidak suka dengan kebijakan Jokowi, Jokowi itu pembohong, dalam banyak hal dia pembohong,” ucap Prof Koentjoro di program ROSI di KompastTV Kamis (31/8/2025) malam.

Politisi senior PDIP Panda Nababan menyebut Jokowi pembohong bukan tuduhan atau fitnah dari mana-mana, tapi Jokowi sendiri yang mengungkapkan dirinya berbohong.  Seperti  ketika Jokowi menyebut para investor yang masuk ke dalam proyek IKN atau Ibukota Nusantara.

“Investor sudah mau masuk ke IKN, dari Singapura sekian, dari Qatar sekian. Padahal tidak ada yang masuk, yang ada oligarki yang dibawa ke sana,” kata Panda di Podcast Total Politik 11 Oktober 2024.

Fakta tentang kebohongan Jokowi yang dulu tersimpan rapat  dan  tak banyak yang berani mengungkapkannya, kini  kisah kebohongan itu akan makin sering didengar karena makin banyak orang yang akan mengungkapnya.  Bukan hanya karena banyaknya saluran informasi yang tersedia, tetapi juga karena tidak ada lagi kekuatan yang akan menahan dan meredamnya. (Aswandi AS)

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic