
ThePhrase.id – Di tengah derasnya arus globalisasi dan ketatnya persaingan akademik, nama Aidatul Fitriyah berhasil membuktikan dirinya sebagai salah satu sosok muda yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di bidang penelitian dan karya tulis.
Perempuan yang akrab disapa Afriya ini merupakan alumni dari Universitas Airlangga (UNAIR) pada jurusan Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Melalui bidang studi inilah ia mengasah kemampuan jurnalis dan akademiknya hingga berhasil menyandang gelar wisudawan berprestasi pada wisuda periode 244, November 2024 lalu.
Menariknya, sederet prestasi tersebut justru berawal dari perasaan insecure yang ia alami saat menjadi mahasiswa baru.
“Dulu saat maba (mahasiswa baru), aku ingin jadi wisudawan berprestasi, tapi sering merasa insecure. Alhamdulillah, nggak nyangka sekarang bisa meraih gelar ini,” kenangnya melansir UNAIR News.

Alih-alih memupuk rasa insecure tersebut, Afriya justru berusaha mengasah kemampuan dan mewujudkan mimpinya, meski tampak mustahil.
“Selain ikhtiar, aku selalu manifestasi dream list aku sebelum tidur, karena kita nggak pernah tahu doa mana yang akan terkabul,” tambahnya.
Bagi Afriya, bangku kuliah bukan hanya tentang akademik, tetapi juga kesempatan emas untuk memperluas network dengan peneliti dari seluruh dunia. Untuk itu, ia aktif mengikuti berbagai konferensi internasional, yang menjadi salah satu momen paling berkesan selama perkuliahan.
Kecintaannya pada dunia riset juga membawanya mempublikasikan 12 artikel ilmiah di jurnal nasional dan internasional bereputasi. Konsistensinya tersebut membuat Afriya beberapa kali mendapatkan pendanaan riset dari berbagai lembaga prestisius, termasuk Research Projects EU TSD Jean Monnet Erasmus+ dan IJLIL Research Article.
Tak hanya itu, Afriya juga telah menorehkan puluhan prestasi di berbagai ajang kompetisi nasional dan internasional. Beberapa di antaranya adalah, 1st Runner Up Social Enterprise International Challenge 2022 oleh Prokompas x RSF x Macquarie University dan bronze medal Queen’s Commonwealth International Essay Competition 2021 oleh Commonwealth Foundations UK, serta 3rd Place Indonesian Scholars International Convention 2024 oleh PPI UK.
“Semoga Allah kabulkan impianku untuk menjadi doktor muda dan akademisi. Aku ingin terus berkontribusi melalui riset,” ungkapnya mengenai rencana setelah lulus dari UNAIR.

Satu tahun berselang sejak wisuda, Afriya kembali mencetak sejarah dengan meraih juara pertama Best Paper dalam International Journal of Oil Palm (IJOP) pada Paper Competition 2025. Dalam kompetisi yang diikuti lebih dari 115 peserta dari berbagai negara ini, Afriya mengusung riset bertajuk “Zero-Waste Palm Oil Biorefinery System for Sustainable Aviation Fuel (SAF) Production”.
“Tujuan utamanya mengubah limbah industri sawit menjadi energi bersih sekaligus menurunkan emisi gas rumah kaca hingga 72,4 persen. Hal ini sejalan dengan target net-zero emission Indonesia dan standar internasional seperti CORSIA serta RED II,” Afriya menjelaskan penelitiannya.
Melalui penelitian ini, Afriya mendapat pelajaran penting bahwa sains tidak hanya hidup di laboratorium, tetapi harus berpijak pada realitas industri dan kebijakan publik.
Tak berhenti berkarya, Afriya kembali meraih pengakuan internasional saat terpilih sebagai salah satu dari enam presenter terbaik dalam forum Youth Innovation Challenge 2025. Dalam forum tersebut, Afriya membawa gagasan Rent-to-Own Modular Circular Units (RM-CU). Gagasan tersebut bertujuan membantu petani kecil mengolah limbah pertanian menjadi energi dan pupuk organik secara berkelanjutan.
“RM-CU bukan sekadar alat, tapi model kebijakan pembiayaan hijau yang menautkan teknologi, keuangan, dan pemberdayaan desa,” jelasnya.
Berbagai riset yang ia tuangkan pada karya tulis ilmiah tersebut menjadi cara Afriya meninggalkan warisan. Baginya, ilmu pengetahuan akan lebih bernilai ketika dapat diakses dan dipahami oleh banyak orang.
Mimpi besarnya sebagai akademisi pun terus ia wujudkan selangkah demi selangkah. Melalui laman ResearchGate miliknya, Afriya tercatat telah menghasilkan 19 publikasi. Di luar itu, ia juga berhasil meraih lebih dari 20 prestasi, baik di Indonesia maupun di kancah internasional.
Terus berusaha mewujudkan mimpinya, Aidatul Fitriyah menjadi inspirasi bagi generasi muda yang membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan selangkah demi selangkah, asal kita tidak berhenti berusaha.
“Lebih baik gagal karena telah berani mencoba daripada menyesal karena melewatkan kesempatan,” tulis Afriya melalui akun Instagram @edsaunair. [fa]