
ThePhrase.id - Babak penutup perjalanan Mohamed Salah bersama Liverpool FC mulai terlihat jelas. Hal ini menandai akhir kebersamaan panjang yang menempatkannya sebagai salah satu figur paling menonjol dalam sejarah Premier League.
Sepanjang kariernya di Anfield, pemain asal Mesir tersebut telah tampil dalam 435 pertandingan lintas kompetisi, dengan peluang menambah sekitar belasan laga lagi sebelum musim berakhir dan tirai ditutup sepenuhnya.
Apa pun hasil yang diraih The Reds musim ini,termasuk peluang di Liga Champions dan Piala FA, catatan kolektifnya bersama klub sudah mencakup seluruh gelar utama sejak direkrut dari AS Roma pada 2017.
Di level individu, kontribusinya terukur melalui berbagai penghargaan, termasuk empat kali meraih Sepatu Emas liga serta tiga penghargaan pemain terbaik versi asosiasi pemain profesional. Ia juga mendominasi statistik dengan 189 gol dan 92 assist di kompetisi domestik sejak kedatangannya.
Unggahan foto lemari trofi miliknya oleh Milos Kerkez sempat memancing reaksi luas di media sosial. Narasi yang berkembang menggambarkan rutinitas pengumpulan penghargaan individu yang begitu konsisten.
Selebrasi khasnya setelah mencetak gol, diakhiri dengan gerakan sujud, menjadi identitas visual yang melekat kuat dalam perjalanan kariernya bersama klub Merseyside tersebut.
Secara keseluruhan, ia telah mengoleksi 255 gol untuk Liverpool, hanya terpaut dari dua nama legendaris, Ian Rush dan Roger Hunt, dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub.
Akan tetapi, arah penutupan kisah ini berkembang berbeda dari ekspektasi awal. Situasi mengarah pada berakhirnya kontrak lebih cepat dan keputusan berpisah pada jendela transfer musim panas mendatang.
Padahal, pada periode sebelumnya, ia baru saja memperbarui kontrak hingga 2027 setelah performa yang tetap produktif membuat manajemen tidak memiliki banyak alternatif selain mempertahankannya lebih lama.
Kesepakatan lama yang semula berlaku hingga 2025 diperpanjang menyusul musim di mana ia memimpin statistik gol dan assist, mempertegas perannya sebagai pusat permainan tim.

Perubahan mulai terasa ketika memasuki Desember 2025. Ia tidak lagi menjadi pilihan utama, bahkan sempat absen dari daftar pemain, setelah menyampaikan pernyataan terbuka terkait hubungannya dengan pelatih Arne Slot yang disebut mengalami penurunan kualitas komunikasi.
Sumber di sekitarnya menyebutkan ketidakpuasan itu sudah muncul sejak laga tandang ke markas Eintracht Frankfurt di Liga Champions pada Oktober 2025, ketika ia tidak dimainkan sejak awal meski Liverpool meraih kemenangan besar.
Keputusan tersebut dinilai sebagai titik awal perubahan statusnya di dalam tim, terutama dengan pendekatan baru klub yang mengalokasikan investasi besar untuk lini depan, termasuk mendatangkan Alexander Isak, Florian Wirtz, dan Hugo Ekitike.
Dalam sejumlah pertemuan internal bersama manajemen, termasuk direktur olahraga Richard Hughes, disampaikan kemungkinan perubahan peran yang membuatnya tidak selalu menjadi starter.
Setelah wawancara yang memicu perhatian tersebut, ia sempat tidak dibawa dalam pertandingan tandang ke Inter Milan, sebelum kembali tampil dari bangku cadangan dan mencatatkan assist dalam laga berikutnya.
Selanjutnya, ia menjalani Piala Afrika, sementara komunikasi antara klub dan agennya, Ramy Abbas, terus berlangsung hingga mencapai pemahaman untuk mengakhiri kerja sama pada akhir musim.
"Kami tidak tahu di mana Mohamed akan bermain musim depan, dan itu juga berarti tidak ada orang lain yang mengetahuinya," ujar Ramy Abbas dilansir BBC.
Di luar dinamika profesional, keputusan ini turut dipengaruhi faktor personal mengingat ia dan keluarganya telah menetap cukup lama di Inggris dan menjalani kehidupan yang stabil di luar lapangan.
"Saya tidak pernah membayangkan betapa dalamnya klub ini, kota ini, dan orang-orangnya menjadi bagian dari hidup saya," kata Salah. (Rangga)