
ThePhrase.id - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid akhirnya muncul ke publik setelah dikabarkan menghilang dalam beberapa hari terakhir.
Nusron dikabarkan menghilang setelah delapan orang pegawai ATR/BPN terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap terkait pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) di Bogor, Jawa Barat.
Saat ditanya soal kabar menghilang, Nusron justru menjawab dengan gurauan bahwa dirinya bukan jin yang bisa menghilang.
"Masa kita bisa menghilang kayak jin, ya?," kata Nusron kepada awak media, Jumat (18/09).
Kendati begitu, Nusron mengaku menghormati proses hukum yang sedang berlangsung di KPK.
"Kami menghormati apa yang diproses oleh aparat penegak hukum, dalam hal ini KPK. Kami juga akan mengikuti dan membantu proses yang ada di sini," ujarnya.
Namun, Nusron justru mengaku tidak tahu soal duduk perkara kasus suap yang diduga dilakukan oleh pengembang PT Summarecon Agung Tbk.
"Enggak tahu," ujarnya.
Sebelumnya, KPK melakukan OTT di lingkungan Badan Pertanahan Nasional dan menangkap sebanyak 17 orang serta menyita 20 koper berisi uang Rp100 miliar.
Dari jumlah orang yang ditangkap, empat orang kepercayaan Nusron ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan KPK. Mereka adalah Arif Sugiyanto, Fahd El Fouz alias Fahd A Rafiq, Erwin, dan Muhammad Fakhry.
"Terkait soal NW (Nusron Wahid) sudah disebutkan di pemeriksaan-pemeriksaan. Nah, ini memang sedang didalami oleh tim penyidik dalam proses penyidikan," kata Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (15/9). (M Hafid)