Akibat Memakan Harta Haram

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Manusia mencari nafkah berupa materi, salah satu tujuannya ialah untuk makan atau untuk dinikmati. Begitu pun kaum muslimin yang memiliki ciri memakan makanan yang statusnya halal.

Terdapat banyak ayat dalam Al-Qur’an di mana Allah Swt memerintahkan orang-orang beriman untuk memakan makanan yang halal dan juga baik.

Salah satunya ialah QS. Albaqarah: 168.

 “Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang ada di bumi ini yang halal lagi baik.

Ilustrasi: Antara Halal dan Haram. (Sumber: paisukmajaya.org)

Kata “Halalan Tayyiban” sudah sering kita dengar. Halal artinya sah atau boleh menurut syari’at, dan tayyiban atau tayyib artinya baik. Jadi, halalan tayyiban artinya ialah halal lagi baik.

Tayyib atau baik diartikan sebagai makanan yang sehat dan bergizi. Begitulah yang Allah perintahkan kepada umatnya untuk selalu memakan makanan yang tidak sekadar halal, namun juga harus bergizi yang baik dan sehat.

Dalam hukum Islam, status harta yang haram itu ada 2 macam:

Pertama, sesuatu yang haram karena zatnya (haram lizaatihi).

Contohnya adalah minuman yang memabukkan, babi, anjing, bangkai, darah, khamar, binatang yang punya taring, dan sebagainya.

Kedua, sesuatu yang haram karena cara mendapatkannya haram secara syar’i.

Contohnya adalah ayam hasil curian, harta hasil korupsi, hasil menipu, hasil hipnotis, dan sebagainya.

Seluruh aturan atau hukum yang baik, buatan manusia, apalagi hukum buatan Tuhan, tujuannya adalah agar manusia hidup dengan tertib dan teratur. Jika aturan atau hukum tersebut sumbernya dari Tuhan (Allah SWT), tentu dimensi dan tujuannya lebih luas meliputi dimensi kehidupan manusia di dunia dan kehidupan di akhirat kelak.

Seorang muslim yang memiliki keyakinan yang kuat terhadap kehidupan akhirat, seyogiyanya akan menjauhi makan makanan atau harta yang haram dari kedua jenis tersebut.

Akibat Memakan Makanan yang Haram

Ada banyak akibat buruk yang harus ditanggung dari memakan harta yang haram, baik di dunia maupun di akhirat. Berikut adalah akibat buruk dari memakan harta yang haram, yang dibahas dalam beberapa poin:

  1. Jika Harta haram telah merajalela maka itu pertanda akan turunnya azab dan menghancurkan masyarakatnya.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, bahwa Nabi bersabda. Apabila zina dan riba (harta haram) telah merajalela dalam suatu negeri, maka sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah diturunkan kepadanya. (HR. Hakim).

  1. Hilangnya keberkahan.

Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam Al Majmu’ah Al Fatawa beliau berkata.

Sedikit dari yang halal itu lebih membawa berkah di dalamnya. Sedangkan yang haram yang jumlahnya banyak hanya cepat hilang dan Allah akan menghancurkannya.” (Majmu’ah Al-Fatawa, 28:646).

  1. Tidak dikabulkannya doa seseorang yang memakan harta haram.

Orang yang memakan harta haram maka doa-doanya sulit untuk diijabah oleh Allah Swt.

  1. Daging yang tumbuh dari makanan yang haram, maka neraka lebih pantas untuknya.

Rasulullah pernah menasehati sahabatnya bernama Ka’ab bin Ujrah:

Tidaklah daging (anggota badan) yang tumbuh berkembang dari sesuatu yang asalnya haram kecuali semua itu lebih berhak dibakar dalam api neraka.

(Z. Ibrahim)

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you