
ThePhrase.id - Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali menjadi sasaran serangan kelompok Houthi pada Minggu (11/10), sehari setelah serangan rudal menghantam terminal bandara dan menewaskan 12 orang serta melukai lebih dari 300 orang.
Otoritas Arab Saudi memperpanjang penutupan bandara tersebut menyusul rangkaian serangan. Berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan pada Senin (12/10), Bandara Internasional King Khalid dijadwalkan tetap ditutup hingga 17 Oktober pukul 21.00 GMT atau 18 Oktober pukul 04.00 WIB. Penutupan dilakukan untuk memastikan keselamatan fasilitas dan kesiapan operasional bandara.
Dampak serangan tersebut turut mengganggu penerbangan internasional. Sejumlah maskapai membatalkan penerbangan, mengubah rute, dan menyesuaikan jadwal perjalanan penumpang.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan terus memantau dampak insiden keamanan di Riyadh terhadap penerbangan internasional, khususnya penerbangan transit yang terhubung dengan Indonesia.
Berdasarkan pemantauan Kemenhub per 12 Oktober 2026, Qatar Airways membatalkan sejumlah penerbangan rute Doha-Riyadh pada 9 dan 10 Oktober. Emirates juga membatalkan sejumlah penerbangan menuju dan dari Riyadh, Jeddah, Madinah, serta Dammam pada periode tertentu.
“Penumpang yang terdampak dialihkan melalui sejumlah kota alternatif di Arab Saudi. Kami terus memantau perkembangan situasi dan dampaknya terhadap penerbangan yang terhubung dengan Riyadh,” kata Lukman F. Laisa dalam keterangannya, dikutip Selasa (13/10).
Sejumlah maskapai internasional lainnya turut menangguhkan atau menyesuaikan layanan menuju Riyadh. Lufthansa membatalkan penerbangan ke Riyadh hingga 16 Oktober, sedangkan Air France-KLM memperpanjang penangguhan penerbangan dari dan menuju ibu kota Saudi tersebut hingga akhir Oktober.
Di sisi lain, Kemenhub memastikan penerbangan langsung Indonesia-Arab Saudi yang tercatat dalam pemantauan masih beroperasi. Penerbangan Garuda Indonesia dan Lion Air menuju Jeddah serta penerbangan Saudia pada rute yang tercatat tetap berjalan.
Kemenhub mengimbau penumpang yang menggunakan penerbangan transit menuju atau dari Arab Saudi untuk memeriksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai, memastikan kembali jadwal dan rute perjalanan, serta menghubungi maskapai jika terdapat perubahan penerbangan lanjutan.
Serangan Houthi Berlangsung Hampir Sepekan
Rangkaian serangan Houthi dilaporkan berlangsung selama hampir sepekan dengan menyasar bandara dan fasilitas minyak. Pada Senin malam (12/10), kelompok Houthi kembali melancarkan serangan menggunakan rudal balistik yang mengarah ke Riyadh serta dua rudal lainnya menuju Khamis Mushait. Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi, Turki al-Malki, menyatakan bahwa ketiga rudal tersebut berhasil dicegat dan dihancurkan oleh sistem pertahanan udara Saudi.
Diketahui, serangan terhadap infrastruktur energi tersebut menjadi perhatian karena fasilitas minyak berperan penting dalam produksi dan distribusi minyak Saudi yang turut memengaruhi pasar energi global. Pejabat biro politik Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, turut memperingatkan para pekerja di fasilitas minyak dan bandara Arab Saudi agar menjauhi lokasi-lokasi tersebut. [Syifaa]