
ThePhrase.id - Pembangunan akses jalan tol langsung Jakarta–Tangerang di Kilometer 25 kini telah mencapai tahap akhir dan bersiap memasuki rangkaian uji laik fungsi serta uji laik operasi sebelum dibuka secara resmi untuk umum. Proyek strategis ini, yang mulai dikerjakan sejak pertengahan Juli 2024, berjalan sesuai jadwal dan seluruh pekerjaan fisik selesai pada akhir Desember 2025.
Direktur Paramount Land, Norman Daulay, menjelaskan bahwa progres pembangunan sudah mencapai sekitar 95 persen, meski sempat mengalami kendala kelangkaan pasokan material pada beberapa tahap awal. Untuk mengantisipasi hal ini, pengembang mengalihkan pengadaan material dari wilayah lain agar jadwal tetap terpenuhi.
Tahap berikutnya setelah penyelesaian fisik adalah pelaksanaan Uji Laik Fungsi (ULF) dan Uji Laik Operasi (ULO). Uji coba ini dijadwalkan berlangsung menjelang akhir kuartal pertama 2026, sebagai bentuk pemeriksaan menyeluruh atas aspek fisik, teknis, manajemen lalu lintas, dan keselamatan sebelum tol dapat dioperasikan secara penuh.
Akses tol baru ini dirancang khusus untuk melayani arus kendaraan dari Jakarta menuju kawasan Paramount Petals maupun Jalan Pasir Randu, serta sebaliknya dari kawasan tersebut menuju Jakarta. Pembangunan jalan boulevard penghubung pintu tol dengan berbagai titik strategis dalam kawasan juga terus dikebut agar konektivitas semakin efektif.
Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang menyatakan bahwa akses tol ini diharapkan mampu mengurai kemacetan di Jalan Arteri Bitung yang selama ini menjadi salah satu titik macet utama di wilayah tersebut. Berdasarkan data Jasa Marga, volume kendaraan yang keluar melalui Gerbang Tol Bitung I dan II mencapai sekitar 19.000–20.000 kendaraan per hari, yang diharapkan berkurang hingga 10–15 persen setelah tol baru beroperasi.
Selain aspek transportasi, pembangunan tol ini juga diperkirakan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi lokal. Kawasan seperti Curug dan sekitarnya sudah menunjukkan tren peningkatan harga tanah dan properti, dengan kenaikan diperkirakan mencapai 15–30 persen, seiring meningkatnya minat investor terhadap hunian dan komersial di koridor barat Jakarta.
Tidak hanya memperlancar mobilitas warga dan komuter dari Tangerang menuju Jakarta dan Bandara Soekarno–Hatta, tol ini juga diproyeksikan membantu distribusi barang dan jasa antar wilayah industri dan pemukiman di Tangerang Raya serta sekitarnya.
Dengan target operasional penuh pada awal 2026, pembangunan akses Tol Jakarta–Tangerang KM 25 tidak hanya diharapkan memperkuat konektivitas transportasi, tetapi juga turut mendorong pertumbuhan ekonomi, menambah peluang investasi, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan barat Jakarta dan Tangerang. [Syifaa]