
ThePhrase.id - Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta komisi terkait di DPR untuk menindaklanjuti polemik mengenai isu pelarangan nonton bareng (nobar) film Pesta Babi dengan meminta penjelasan dari berbagai pihak yang terlibat.
“Harus ditindaklanjuti dengan baik dan karenanya kami juga di DPR akan meminta komisi terkait meminta penjelasan hal itu,” kata Puan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/5) dikutip Antaranews.
Puan mengaku belum mengetahui secara rinci isi film tersebut yang kini menjadi perhatian publik. Meski demikian, ia mendengar adanya unsur sensitif dalam judul maupun isi film tersebut.
Menurutnya, apabila film Pesta Babi benar memuat narasi yang dianggap sensitif dan tidak baik bagi masyarakat, maka hal tersebut perlu diantisipasi secara tepat.
“Yang saya dengar, isi atau judul dari film tersebut sensitif, dan apa isi film itu saya juga tidak tahu, namun kami akan tindak lanjuti di DPR,” imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai menegaskan bahwa pelarangan pemutaran maupun kegiatan nonton bareng film tidak dapat dilakukan secara sepihak tanpa dasar hukum dan putusan pengadilan.
“Film itu hanya boleh dilarang menurut keputusan pengadilan, menurut undang-undang (UU),” kata Pigai.
Menurutnya, karya film merupakan bagian dari kebebasan berekspresi dalam negara demokrasi dan harus dihormati, sehingga pihak yang tidak memiliki kewenangan hukum dinilai tidak dapat melarang pemutaran film di ruang publik secara sepihak.
“Oleh karena itu, nobar seperti ini daya, karsa, dan cipta hasil kerja manusia rakyat Indonesia, harus dihormati dan disajikan kepada publik,” tukasnya.
Sebelumnya, terjadi aksi pembubaran paksa dalam gelaran nonton bareng (nobar) film dokumenter berjudul Pesta Babi karya Dandhy Laksono di sejumlah daerah.
Sedikitnya terdapat tiga lokasi pembubaran kegiatan nobar, yakni di Universitas Mataram yang dilakukan oleh pihak kampus pada Kamis (7/5) dan di wilayah Ternate, Maluku Utara yang melibatkan aparat TNI pada Jumat (8/5), dan terbaru pada Selasa (12/5) di Universitas Khaerun.
Sebagai informasi, film Pesta Babi mengangkat isu hilangnya kawasan hutan di Papua akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan industri yang diklaim sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan transisi energi. Selain itu, film tersebut juga menampilkan perjuangan masyarakat adat Papua dalam mempertahankan tanah leluhur mereka. (Rangga)