Aksi “Turba” Puan yang Menuai Cibiran

- Advertisement -spot_img

ThePhrase.id – Dua video Puan Maharani “turba” atau turun ke bawah menemui “wong cilik” di Bekasi dan Bali mendapat banyak cibiran. Mengapa? Karena dua video itu dianggap tidak “matching” dengan aksi yang dilakukannya saat menemui warga.

Ketua DPR RI Puan Maharani saat membagikan kaos kepada puluhan warga usai meresmikan Pasar Legi Solo, Kamis (20/1/2022) (Foto: antarafoto)

Video pertama adalah momen ketika Puan melempar kaos kepada warga dengan wajah cemberut. Momen Puan Maharani bagi-bagi kaos dengan cara melemparnya itu terjadi saat dia mengunjungi salah satu pasar di Bekasi, Jawa Barat. Sebelum membagi-bagikan kaos, politikus PDI-Perjuangan itu menanyakan soal harga sembako kepada para pedagang pasar. Kemudian Puan melanjutkan dengan bagi-bagi kaos kepada warga di dalam pasar yang ditemuinya. Aksi bagi bagi-bagi kaos itu kemudian berlanjut ke area luar pasar.

Saat bagi-bagi kaos itu Puan Maharani terlihat dijaga oleh sejumlah pengawal dan anggota Satpol PP. Dengan ekspresi datar tanpa senyum, Ketua DPR itu melempar kaos-kaos berwarna hitam kepada warga. Dalam video itu, Puan juga terlihat menegur seorang pengawal sambil menunjuk-nunjuk kaos yang ia pegang. Namun tidak jelas apa percakapan Puan dengan pengawal tersebut. Tak ayal video Puan Maharani bagi-bagi kaos itu viral di media sosial. Beragam cara netizen menanggapi video itu, mulai dari mengecam, mencibir da nada yang menjadikan bahan candaan.

Di Tik Tok misalnya, beredar luas video Puan itu dengan caption “sangat dekat dengan rakyat terlihat dari senyumnya”

Lily Bertha Kartika di akun Facebooknya merepost video itu dengan caption, “kesayangan rakyat”

Namun Ketua DPP PDI-P, Said Abdullah menjelaskan, raut wajah puan yang cemberut itu lantaran pengawal pribadinya tak menjalankan tugas dengan benar. Sedianya, kata dia, seorang walpri tidak membagikan kaus karena hal itu merupakan tugas elite parpol.

“Mbak Puan kaget, ‘Lho, kok kamu yang megang kaus?’ Mbak Puan itu nanya, bukan marah. ‘Kok kamu yang pegang kaus? Kan seharusnya bukan kamu. Kamu menjaga tugas’,” ujar Said di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/9/).

Foto: Istimewa

Menanam padi maju

Video yang terbaru aksi Puan turun ke bawah ketika menanam padi bersama warga di Badung, Bali. Kegiatan turun ke sawah dan menanam padi ini diselenggarakan di Desa Adat Sedang, Abiansamel, Badung, Rabu, 28 September 2022.

Puan Maharani disebut menanam padi jenis Inpari 32 yang menghasilkan 7-9 per ton gabah per hektar-nya. Aksi Puan Maharani turun langsung menanam padi tersebut direkam dalam sebuah video singkat dan diunggah ke media sosial.

Tampak dalam video tersebut, Ketua DPP PDI-P itu mengenakan baju berwarna hitam dilengkapi dengan sepatu boots berwarna hitam. Tampak Puan sebelum menanan padi bercengkrama sejenak dengan tiga petani wanita di sampingnya. Entah apa yang dibicarakan, tetapi sayup-sayup terdengar, Puan bertanya soal kegiatan menanam padi yang biasa dilakukan para petani.

Saat menanam padi itu Puan tampak sumringah dengan sesekali menghadap kamera yang menyorotnya. Setelah satu ikat bibit padi pertama selesai ditanam Puan, langsung diiringi riuh tepuk tangan. Awalnya, Puan Maharani menanam padi dengan menatanya ke samping kiri. Namun, tak selazimnya cara petani menanam padi, Puan menancapkannya dengan cara berjalan maju, bukan mundur seperti yang dilakukan para petani saat menanam padi. Tak urung aksi tanam padi maju Puan langsung riuh di media sosial. Di Tweeter misalnya

“Hanya di era Puan, petani bisa maju,” komentar @tit***.

“Makasih, sudah memajukan petani,” menimpali @hai**.

“Sengaja ini mah untuk naikin polularitas dengan jalan memancing perhatian, setelah kemaren berhasil bagiin kaos dengan muka cemberut dan viral, mungkin target jangka pendeknya yang penting mbak Puan dibahas banyak orang dulu aja,” kata @ndra***.

Lewat unggahan di akun Instagram miliknya @puanmaharaniri, Puan menjelaskan bahwa cara menanam padi di Desa Sedang memang berbeda.

“Saya baru tahu pera petani di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Bali menanam dengan cara berbeda. Di sini arena tanam padi dibentuk segi empat, yang di tengah kotaknya harus diinjak. Tingkat basah lahan juga berbeda, dan makin ke depan ternyata tanahnya semakin dalam,” tulis Puan.

Terlepas dari pro kontra terhadap video-video Puan itu, yang pasti Puan Maharani sudah menjadi perbincangan di media sosial karena banyak netizen yang memantau dan ingin tahu dengan apa yang dilakukan putri Megawati itu menjelang 2024. (Aswan AS)

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you