sport

Alasan Malam Penutupan Piala Presiden 2025 Baru Digelar 9 Bulan Setelah Turnamen Selesai

Penulis Ahmad Haidir
Apr 13, 2026
Malam penutupan Piala Presiden 2025 akhirnya digelar pada Minggu, 12 April 2026. Foto Instagram Sports Indosiar.
Malam penutupan Piala Presiden 2025 akhirnya digelar pada Minggu, 12 April 2026. Foto Instagram Sports Indosiar.

Thephrase.id - Malam penutupan Piala Presiden 2025 akhirnya digelar pada Minggu, 12 April 2026 malam WIB di Jakarta, atau sekitar sembilan bulan setelah turnamen pramusim tersebut berlangsung pada 6–13 Juli 2025, dengan Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan penjelasan terkait jeda waktu yang terjadi.

"Jadi terima kasih. Dan juga dukungan media selama ini untuk liputan daripada sepak bola sangat maksimal. Dan apalagi malam ini Pak Ara nanti akan bagi-bagi hadiah buat media nih yang luar biasa," beber Erick.

Erick turut memberikan apresiasi kepada klub dan pemain yang ambil bagian dalam edisi ketujuh Piala Presiden, sembari menegaskan peran penting keduanya dalam menyukseskan turnamen.

"Tepuk tangan buat media. Para klub dan pemain yang sudah di Piala Presiden ketujuh yang terus kontribusi. Karena memang tanpa klub dan pemain tidak mungkin Piala Presiden bisa sukses seperti hari ini," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Erick juga menyinggung momen Maruarar Sirait yang berdansa saat acara berlangsung, yang kemudian dikaitkan dengan selesainya laporan keuangan turnamen.

"Dan tentu yang tidak kalah pentingnya sahabat saya ini Pak Ara, saya juga kaget tadi pas lagunya pas langsung berdansa. Saya memang bertanya-tanya kenapa beliau langsung berdansa. Rupanya ini ada tekanan batin," katanya.

Erick menegaskan bahwa keterlambatan laporan keuangan bukan disebabkan oleh pihak auditor maupun panitia, melainkan karena faktor internal terkait penyesuaian waktu.

"Karena akhirnya laporan keuangan daripada Piala Presiden ini selesai. Tapi bukan salah PwC, bukan salah Pak Ara. Sebenarnya salah kita," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya harus menunggu ketersediaan waktu dari Maruarar yang memiliki agenda padat, termasuk program pembangunan perumahan di berbagai daerah.

Ara, panggilan Maruarar, merupakan Ketua Steering Commitee (SC) Piala Presiden 2025 sekaligus Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

"Karena sebenarnya kita nunggu-nunggu waktu Pak Ara juga. Cuma beliau ini lagi sibuk. Bayangkan membangun tiga juta rumah," tutur Erick.

Erick menyebut bahwa waktu untuk merampungkan laporan baru diberikan pada pekan sebelumnya, sehingga seluruh proses administrasi akhirnya bisa diselesaikan.

"Akhirnya baru minggu kemarin kita dikasih waktu. Jadi makanya baru hari ini kita laporan dan beliau langsung senang. Makanya joget akhirnya tutup buku juga," katanya.

Ia memastikan bahwa Piala Presiden tidak akan berhenti di edisi ketujuh, mengingat sudah ada agenda pertemuan lanjutan untuk membahas kelanjutan turnamen.

"Semoga-semoga Pak Ara tidak kapok sebagai pimpinan Piala Presiden. Apalagi ini yang ketujuh, tidak mungkin berhenti Pak Ara. Pasti ada yang kedelapan," ujar Erick.

Erick juga mengungkapkan bahwa pembahasan lanjutan akan segera dilakukan dalam waktu dekat bersama seluruh pihak terkait.

"Dan Pak Ara sudah mengajak meeting kami semua minggu depan hari Kamis jam 4. Nanti tunggu tanggal mainnya jadi ya. Seperti apa konsepnya," ucapnya.

Ia juga menyebut bahwa ke depan PSSI akan mendorong penambahan jumlah pertandingan, tidak hanya di level klub dan tim nasional, tetapi juga hingga ke level usia muda dan akar rumput.

"Jadi ini makin banyak kompetisi yang tentu baik atau turun main yang baik dengan kelas yang baik ini juga akan mendorong makin banyak kualitas pemain itu lebih baik, pelatih lebih baik, klub-klub juga lebih baik," ujarnya.

"Dan tentu Alhamdulillah pada malam yang baik ini tentu Piala Presiden ditutup dan mudah-mudahan nanti ada beberapa hal yang akan disampaikan oleh panitia tambahan untuk kegiatan-kegiatan lain yang akan nanti diumumkan. Terima kasih," tutup Erick. 

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic