trending

Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia Pertama yang Terpilih Jadi Wali Kota Mississauga Kanada

Penulis Rangga Bijak Aditya
Oct 29, 2026
Wali Kota terpilih Kota Mississauga, Alvin Tedjo. (Foto: Instagram/alvintedjo)
Wali Kota terpilih Kota Mississauga, Alvin Tedjo. (Foto: Instagram/alvintedjo)

ThePhrase.id - Alvin Tedjo, politikus keturunan Tionghoa-Indonesia, terpilih menjadi Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada, dalam pemilihan wali kota pada Senin (26/10).

Ia mengalahkan wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie, serta 11 calon wali kota lainnya, meski sempat diragukan memiliki pengalaman yang cukup untuk memimpin kota tersebut.

Berdasarkan hasil suara yang dirilis website resmi Pemerintah Kota Mississauga, Tedjo meraih sebanyak 74.479 suara atau 38,9 persen suara yang diberikan. Sementara dua pesaingnya, Parrish berada di posisi kedua dengan 51.853 suara (27,1 persen) dan Crombie memperoleh 43.191 suara (22,6 persen).

Kemenangan itu menandai kemajuan besar bagi Tedjo, yang sebelumnya terpilih sebagai anggota Dewan Kota Mississauga pada 2022.

Dalam pemilihan sela wali kota pada 2024, ia berada di posisi kedua. Dua tahun kemudian, ia berhasil memenangkan persaingan dengan mengandalkan pengalaman di pemerintahan dan kedekatannya dengan masyarakat.

Dalam pidato kemenangannya, Tedjo menyebut kemenangan tersebut sebagai amanah besar.

“Merupakan suatu kehormatan seumur hidup bisa berdiri di sini sebagai wali kota Mississauga kalian yang berikutnya. Ini adalah tanggung jawab besar yang tidak saya anggap mudah,” ujar Tedjo, dikutip detikNews.

Berasal dari Keluarga Imigran Indonesia

Tedjo berusia 43 tahun dan berasal dari keluarga keturunan Tionghoa-Indonesia.

Orang tuanya berimigrasi ke Kanada ketika ia berusia empat tahun dan menetap di Mississauga. Ia tumbuh besar di kota tersebut, bahkan tinggal di kawasan yang memungkinkan dirinya melihat balai kota dari rumahnya.

Pengalaman keluarga sebagai imigran turut membentuk pandangan Tedjo terhadap kehidupan masyarakat. Dalam sebuah siniar pada 2025, ia mengenang tantangan yang dihadapi keluarganya setelah pindah ke Kanada.

“Saya melihat banyak tantangan dan kesulitan yang datang bersama pengalaman hidup sebagai imigran,” ucapnya.

“Jika kamu melihat sesuatu yang salah, lakukan sesuatu untuk memperbaikinya,” lanjut Tedjo, mengingat nasihat orang tuanya.

Sebelum terjun ke dunia politik, Tedjo berkarier di bidang pemerintahan, hubungan pemerintah, serta strategi dan komunikasi di lingkungan pendidikan tinggi. (Rangga)

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic