
Thephrase.id - Piala Dunia 2026 berpotensi menghadapi tantangan besar di luar lapangan karena sejumlah kota tuan rumah di Amerika Serikat akan memasuki puncak musim badai petir ketika turnamen berlangsung pada Juni hingga Juli 2026.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan mengingat Piala Dunia Antarklub 2025 di Amerika Serikat sempat beberapa kali terganggu oleh cuaca ekstrem, termasuk pertandingan Chelsea melawan Benfica pada babak 16 besar yang harus dihentikan ketika petir terdeteksi di sekitar stadion.
Laga yang dimainkan di Charlotte, North Carolina, tersebut dihentikan pada menit ke-86 setelah petir terpantau di area sekitar stadion dan baru dapat dilanjutkan hampir dua jam kemudian hingga peluit akhir dibunyikan pada pukul 20.38 waktu setempat atau empat jam 38 menit setelah pertandingan dimulai.
Kasus Chelsea kontra Benfica bukan satu-satunya insiden karena terdapat enam pertandingan sepanjang Piala Dunia Antarklub yang harus dihentikan sementara akibat badai petir sehingga memunculkan kekhawatiran serupa menjelang Piala Dunia 2026.
Di Amerika Serikat, FIFA wajib mengikuti pedoman keselamatan yang ditetapkan otoritas setempat dan menggunakan rekomendasi dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) terkait potensi ancaman cuaca.
Berdasarkan aturan tersebut, pertandingan harus dihentikan apabila sambaran petir terdeteksi dalam radius delapan mil atau sekitar 12,8 kilometer dari stadion meskipun kondisi di dalam arena pertandingan masih terlihat aman untuk dimainkan.
Ketika peringatan dikeluarkan, seluruh pemain diwajibkan meninggalkan lapangan sementara para penonton harus mencari tempat berlindung yang lebih aman daripada tetap berada di kursi stadion.
Setelah pertandingan dihentikan, hitungan mundur selama 30 menit akan dimulai dan setiap kali petir kembali terdeteksi dalam radius yang ditentukan maka hitungan tersebut akan diulang dari awal sehingga penundaan dapat berlangsung sangat lama.
FIFA tidak memiliki batas waktu maksimal terkait lamanya penundaan pertandingan akibat cuaca. Keputusan untuk melanjutkan atau menghentikan laga sepenuhnya akan diputuskan berdasarkan kondisi yang berkembang di lapangan.
Bila sebuah pertandingan akhirnya tidak memungkinkan untuk diteruskan pada hari yang sama, regulasi Piala Dunia mengatur bahwa laga akan dilanjutkan pada tanggal berikutnya dari menit terakhir ketika pertandingan dihentikan.
Melansir BBC, apabila pertandingan dihentikan pada menit ke-76 dan tidak dapat diselesaikan pada hari itu, para pemain hanya akan kembali memainkan sisa waktu sekitar 14 menit pada jadwal yang ditentukan FIFA.
Sejumlah kota penyelenggara seperti Atlanta, Boston, Dallas, Houston, Kansas City, Miami, New Jersey, Mexico City, dan Monterrey termasuk wilayah yang relatif sering mengalami badai petir selama musim panas sehingga berpotensi terdampak oleh aturan tersebut.
Meski beberapa stadion seperti di Atlanta, Dallas, dan Houston memiliki atap permanen atau atap yang dapat ditutup, pertandingan tetap harus dihentikan apabila petir terdeteksi dalam radius yang telah ditetapkan karena faktor keselamatan pemain dan penonton menjadi prioritas utama.
Peningkatan suhu global yang dipicu perubahan iklim juga diyakini meningkatkan frekuensi cuaca ekstrem, termasuk badai petir yang lebih kuat dan lebih sering terjadi dibandingkan beberapa dekade lalu. Kondisi ini berpotensi menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai salah satu turnamen paling unik dalam sejarah sepak bola modern.