
ThePhrase.id - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk menyiapkan transformasi menyeluruh untuk menjaga relevansi kawasan wisata Ancol di tengah perubahan perilaku pengunjung.
Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Syahmudrian Lubis mengatakan transformasi tersebut dilakukan untuk menjawab kebutuhan wisatawan yang kini mencari koneksi, pengalaman, aktivitas yang bermakna bagi keluarga. Selain itu, perubahan ini juga sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
“Ancol akan bertransformasi menjadi integrated experience-driven ecosystem. Di mana kami menghadirkan perjalanan pengalaman pengunjung secara end-to-end di dalam kawasan Ancol,” ujar Syahmudrian.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, PT Pembangunan Jaya Ancol menyiapkan empat langkah utama. Salah satunya adalah dengan menggeser fokus dari jumlah kunjungan ke penciptaan value. Selain itu, Ancol juga akan mengoptimalkan aset kawasan seluas 533 hektare, memperkuat pengambilan keputusan berbasis data, serta membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra lokal dan global. Perusahaan juga akan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat budaya pelayanan.
Di sisi pengembangan fisik, Ancol menyiapkan perluasan lahan seluas 65 hektare di kawasan utara. Sebagian area akan diintegrasikan dengan depo MRT untuk memudahkan akses pengunjung. Pengembangan lain mencakup pembangunan masjid terapung, sirkuit, fasilitas olahraga seperti padel, hingga area kebugaran di tepi pantai.
Konsep hiburan malam juga akan diperluas melalui rencana beach club dan event tematik seperti disco era 1980-an. Manajemen bahkan tengah menjajaki operasional 24 jam untuk menjangkau generasi muda seperti Gen Z dan Gen Alpha yang memiliki pola aktivitas berbeda.
Dari sisi kinerja, perusahaan mencatat pendapatan sekitar Rp1,2 triliun pada 2025 dengan laba sekitar Rp100 miliar. Meski sempat menurun dibanding tahun sebelumnya, manajemen optimistis transformasi yang dijalankan akan mendorong pendapatan hingga Rp1,4 triliun pada periode berikutnya serta menjaga Ancol tetap relevan hingga puluhan tahun ke depan.
“Ini bukan pekerjaan mudah, tapi kami ingin memastikan Ancol tetap relevan hingga 50 tahun ke depan," pungkasnya. [nadira]