
Thephrase.id - Andre Rosiade membuka peluang untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Ketua Umum PSSI pada Kongres Pemilihan PSSI 2027 apabila Erick Thohir kembali maju sebagai calon Ketua Umum untuk periode 2027-2031.
Presiden Semen Padang tersebut menyatakan dirinya siap mempertimbangkan posisi di jajaran kepengurusan PSSI, baik sebagai Wakil Ketua Umum maupun anggota Komite Eksekutif (Exco), sementara keputusan untuk maju sebagai calon ketua masih menunggu perkembangan dan restu dari pihak yang ia sebut sebagai bos.
"Ya, saya kalau sekadar maju Exco atau Wakil Ketum, insyaallah saya maju. Tapi untuk ketua, saya tunggu restu bos dulu," tegas Andre.
Kongres Pemilihan PSSI dijadwalkan berlangsung pada Juli 2027 untuk menentukan Ketua Umum, dua Wakil Ketua Umum, serta 12 anggota Exco, dengan mekanisme pemilihan untuk periode 2027-2031 yang akan menggunakan sistem paket.
Meski begitu, lima dari total 12 posisi anggota Exco PSSI tetap akan ditentukan berdasarkan perolehan suara terbanyak dalam proses pemilihan tersebut.
Andre mengatakan peluang dirinya untuk masuk dalam paket kepengurusan PSSI masih sangat bergantung pada keputusan Erick Thohir untuk kembali mencalonkan diri sebagai Ketua Umum, termasuk perkembangan kinerja federasi hingga penghujung masa kepemimpinan periode berjalan.
"Karena kita lihat perkembangan PSSI dulu, apakah Pak Erick mau maju lagi atau tidak, ya kalau memang Pak Erick di akhir tahun ini berprestasi dan ingin maju lagi, mungkin saya bisa jadi Wakil Ketua atau bisa jadi Exco-nya, seperti itu," beber Andre.
Untuk saat ini, Andre menegaskan fokus utamanya bukan kontestasi di tingkat pusat, melainkan membangun sepak bola Sumatra Barat sekaligus membawa Semen Padang kembali ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola Indonesia setelah tim tersebut turun ke Championship.
"Tapi yang pasti, fokus saya sekarang bagaimana bisa pertama membangun sepak bola di Sumatera Barat, yang kedua mengembalikan Semen Padang ke Super League, itu dulu, urusan PSSI masih lama, masih jauh, Bro," lanjutnya.
Sebelum berbicara mengenai Kongres Pemilihan PSSI 2027, Andre terlebih dahulu berencana mengikuti pemilihan Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Sumatra Barat yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober-November 2026.
"Ya, yang pastinya Oktober dan November 2026 akan terjadi pemilihan Ketua Asprov di seluruh Indonesia, jadi para Plt Ketua, para Exco yang menjadi Plt di berbagai provinsi diwajibkan untuk mengadakan pemilihan ketua Asprov itu pada Oktober 2026, paling lambat November 2026, termasuk Sumbar," ucapnya.
Andre menyebut dirinya merupakan salah satu kandidat Ketua Asprov PSSI Sumbar dan berharap proses pemilihan tersebut berlangsung netral, termasuk melalui penunjukan anggota Exco PSSI sebagai pelaksana tugas ketua Asprov agar pejabat sementara yang menjalankan organisasi tidak sekaligus berstatus sebagai kandidat.
"Di mana saya sebagai satu di antara kandidat Ketua Asprov Sumbar, dan juga Pak Erick menjanjikan kepada saya bahwa Plt Ketua Asprov saya akan dikirimkan satu di antara Exco PSSI supaya pemilihannya netral, kan tidak lucu, Plt-nya kandidat ketua, itu janji Pak Erick kepada saya, saya juga lagi menunggu ini janjinya ditepati atau tidak, itu satu," kata Andre.
Selain persiapan menuju pemilihan Asprov Sumbar, Andre juga menyoroti akhir masa jabatan Erick Thohir di PSSI dengan harapan periode tersebut ditutup melalui pencapaian prestasi Timnas Indonesia serta kompetisi domestik yang semakin kompetitif dan berlangsung secara adil.
"Yang kedua, tentu dengan periode Pak Erick yang akan berakhir di mana pemilihannya kalau tidak salah pada Juli 2027, tentu harapan kita sebelum Pak Erick selesai di periode ini beliau bisa memberikan gelar kepada Indonesia, yang pertama, yang kedua adalah bagaimana di periode beliau ini, di akhir periode beliau ini, bagaimana beliau bisa menciptakan liga yang sangat kompetitif dan fair, itu harapannya," imbuh Andre.
Andre belum ingin mendeklarasikan pencalonannya untuk posisi di PSSI sejak jauh hari karena ingin lebih dahulu membuktikan kinerjanya melalui kepemimpinan di Asprov PSSI Sumbar serta pengelolaan Semen Padang sebelum menentukan langkah dalam Kongres Pemilihan PSSI 2027.
"Nanti tunggu tanggal mainnya, yang pasti itu dulu lah, Asprov Sumbar dulu, lalu kita tunjukkan kinerja kita dulu, baru kita bicara pemilihan, kalau kita enggak punya prestasi ngapain maju, itu prinsip dasarnya," imbuhnya.
Andre juga menilai rekam jejak dalam mengembangkan sepak bola menjadi hal penting sebelum seseorang memutuskan maju dalam kontestasi kepengurusan PSSI, sehingga dirinya ingin menggunakan waktu sekitar delapan hingga 10 bulan untuk menunjukkan hasil kerja di Sumatra Barat dan bersama Semen Padang.
"Kalau tidak punya rekam jejak yang baik untuk mengembangkan sepak bola, ngapain maju, nah makanya saya pengen coba dulu di Asprov Sumbar, ada waktu 8-10 bulan untuk menunjukkan kinerja, termasuk mengelola Semen Padang," sambungnya.
Saat ini Andre menargetkan Semen Padang tampil serius di Championship 2026-2027 dan berusaha membawa Kabau Sirah meraih prestasi agar bisa kembali ke Super League, yang menurutnya sekaligus dapat menjadi bagian dari rekam jejak sebelum menentukan keputusan terkait kontestasi PSSI pada Juli 2027.
"Mudah-mudahan Semen Padang ini, ya kita sudah coba seprofesional mungkin ya, sebaik ini kan, teman-teman bisa menyaksikan ya, bahwa ini tim paling serius untuk di Championship, ya mudah-mudahan dengan kita bekerja Semen Padang berprestasi, mungkin ada kemungkinan saya maju di kontestasi pada Juli 2027, tunggu saja," tandas Andre.