politics

Anies Ingatkan Negara Jangan Pelit Berinvestasi dalam Pendidikan

Penulis Rangga Bijak Aditya
Feb 06, 2024
Capres nomor urut 3 Anies Baswedan saat debat kelima capres-cawapres Pilpres 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). (Foto: Tangkapan layar YouTube/KPU RI)
Capres nomor urut 3 Anies Baswedan saat debat kelima capres-cawapres Pilpres 2024 di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2/2024). (Foto: Tangkapan layar YouTube/KPU RI)

ThePhrase.id - Calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan mengatakan bahwa negara tidak boleh pelit berinvestasi di bidang pendidikan, karena kesejahteraan pendidik menjadi tanggung jawab pemerintah demi mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Negara jangan pelit kalau bicara tentang investasi di bidang pendidikan, dan jangan pelit kalau sama guru,” ucap Anies ketika memaparkan gagasannya terkait pendidikan dalam debat kelima capres-cawapres di JCC Senayan, Jakarta, Minggu (4/2).

Anies yang merupakan mantan Menteri Pendidikan itu menjelaskan bahwa pengeluaran di bidang pendidikan jangan dipandang sebagai biaya (cost), melainkan sebagai investasi.

“Jangan pernah kita memberikan yang seminim mungkin untuk guru, berikan yang adil sehingga mereka bisa konsentrasi,” tambahnya.

Menurutnya, jika berbicara tentang mencerdaskan kehidupan bangsa, maka para pendidik memiliki peran kunci untuk mendidik anak-anak di Indonesia.

Namun, ia mengatakan masih menemui permasalahan yang ada di bidang pendidikan, yakni terdapat puluhan ribu guru honorer yang belum diangkat menjadi guru PPPK, lalu 1,6 juta guru yang belum tersertifikasi, dan juga adanya beban administrasi.

Maka dari itu Anies memaparkan apa yang harus dikerjakan untuk menyikapi berbagai permasalahan tersebut.

“Program yang harus kita kerjakan adalah percepatan sertifikasi guru, pengangkatan 700 ribu guru honorer menjadi guru PPPK, kemudian beasiswa untuk anak guru dan anak dosen, serta anak tenaga kependidikan,” sebut Anies.

Prabowo Setuju Gagasan Anies

Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto mengaku apa yang dipaparkan Anies relevan dengan dirinya. Menurutnya, gagasan Anies itu tak lepas dari latar belakangnya yang merupakan mantan Menteri Pendidikan.

“Saya menilai jawaban-jawaban Pak Anies baik, bagus, relevan, saya banyak setuju dengan jawaban tersebut, mungkin maklum beliau mantan Menteri Pendidikan,” tukas Prabowo merespons paparan Anies.

Prabowo menambahkan bahwa pemerintah perlu mengaudit dan mengkaji terkait sistem pendidikan saat ini. Menurutnya, masih terdapat kebocoran-kebocoran dalam alokasi dana yang diturunkan sampai ke tingkat kabupaten dan lainnya.

“Kita harus berani memperbaiki sistem yang kurang baik,” tandasnya.

Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo turut menambahkan bahwa fasilitas dalam pendidikan harus lebih dimajukan, serta negara harus hadir untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Kalau pendidikan mau maju maka fasilitas mesti diberikan, negara harus hadir dan makin inklusi,” ujar Ganjar. (Rangga)

 
Related News

Popular News

 

News Topic