
ThePhrase.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana merevitalisasi Anjungan DKI Jakarta yang berada di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Program ini menjadi bagian dari persiapan menyambut peringatan 500 tahun Kota Jakarta, sekaligus upaya menghadirkan wajah baru anjungan yang lebih modern, adaptif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menyampaikan bahwa rencana revitalisasi sebenarnya telah lama dirancang. Namun, pelaksanaannya sempat tertunda karena berbagai pertimbangan. Ia menilai kondisi anjungan saat ini sudah kurang relevan dan terlihat ketinggalan zaman, sehingga membutuhkan pembaruan secara menyeluruh.
“Sebetulnya sudah lama DKI merencanakan merevitalisasi anjungan ini. Cuma kemarin karena ada situasi dan kondisi, membuat agak terbengkalai. Nah, sekarang Pak Gubernur sudah memerintahkan untuk kita segera merevitalisasi anjungan ini karena sudah old fashioned,” jelasnya melansir laman Berita Jakarta.
Menurutnya, revitalisasi tidak hanya berfokus pada aspek fisik bangunan, tetapi juga mencakup perubahan konsep menjadi lebih modern, interaktif, dan berbasis teknologi digital. Konsep ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan pengunjung masa kini, terutama generasi muda yang terbiasa dengan pengalaman digital.
Rano menambahkan, ke depan Anjungan DKI Jakarta akan menghadirkan pengalaman yang lebih imersif. Pengunjung tidak hanya melihat tampilan budaya secara statis, tetapi juga dapat berinteraksi melalui teknologi seperti multimedia, audio visual, hingga instalasi digital yang lebih atraktif dan edukatif. Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan minat kunjungan sekaligus memperkuat fungsi edukasi bagi masyarakat luas.
Selain sebagai ruang pamer budaya, anjungan ini juga akan difungsikan sebagai sarana promosi budaya Betawi dan keberagaman masyarakat Jakarta. Revitalisasi ini diharapkan mampu menjadikan anjungan sebagai etalase budaya yang representatif, sekaligus memperkenalkan identitas Jakarta kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan mancanegara yang berkunjung ke TMII.
Dari sisi anggaran, proyek revitalisasi diperkirakan menelan biaya sekitar Rp77,5 miliar. Pendanaan akan bersumber dari APBD dan dukungan non-APBD. Untuk tahap awal, Pemprov DKI telah menyiapkan sekitar Rp25 miliar yang direncanakan mulai digunakan pada 2026 sebagai langkah awal pengerjaan proyek tersebut.
Proses pembangunan ditargetkan dimulai pada pertengahan 2026 setelah seluruh tahapan perencanaan dan administrasi selesai. Pengerjaan proyek diperkirakan berlangsung selama satu tahun hingga rampung.
Dengan adanya revitalisasi ini, Pemprov berharap Anjungan DKI Jakarta dapat kembali menjadi daya tarik unggulan di TMII serta mencerminkan Jakarta sebagai kota global yang tetap melestarikan budaya lokal dan nilai-nilai tradisional di tengah modernisasi. [Syifaa]