lifestyleRelationship

Apa Itu Chalant Dating? Tren Kencan yang Menolak Hubungan Tanpa Kepastian

Penulis Ashila Syifaa
Jul 11, 2026
Ilustrasi chalant dating. (Foto: Magnific)
Ilustrasi chalant dating. (Foto: Magnific)

ThePhrase.id - Dalam dunia kencan, tren dan ekspektasi dalam menjalin hubungan terus berubah. Setelah hubungan “nonchalant” yang identik dengan sikap dingin, menjaga jarak, dan seolah tidak peduli, kini banyak Gen Z mulai melirik tren sebaliknya, yakni “chalant dating”. Lantas, apa yang dimaksud dengan istilah tersebut?

Istilah ini belakangan ramai dibicarakan di media sosial, acara reality show, hingga aplikasi kencan. Secara sederhana, chalant dating menggambarkan pendekatan hubungan yang lebih terbuka, penuh usaha, dan tidak malu menunjukkan ketertarikan pada pasangan. 

Berbeda dengan tren nonchalant yang menonjolkan sikap seolah paling tidak peduli, chalant dating justru mendorong seseorang untuk lebih jujur soal perasaan, hadir untuk pasangan, dan tidak takut terlihat “terlalu suka”.

Popularitas istilah ini ikut terdorong oleh perubahan sikap anak muda terhadap budaya kencan modern. Hal ini didorong oleh konsep situationship, hubungan tanpa status yang jelas, minim komitmen, dan sering kali membuat salah satu pihak merasa digantung. Dalam pola ini, sikap yang menunjukkan perhatian secara berlebih kerap dianggap tidak keren. Sikap romantis, perhatian, atau terlalu serius pada pasangan juga sering dinilai berlebihan.

Namun, sebagian besar generasi mudah mulai menujukan rasa jenuh terhadap konsep hubungan yang cuek. Mereka mulai mempertanyakan hubungan yang serba abu-abu, tanpa kepastian, dan membuat mereka harus menebak-nebak perasaan pasangan. Dari situ, chalant dating hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap budaya kencan yang terlalu dingin dan penuh permainan tarik-ulur.

Direktur Relationship Science dari aplikasi kencan Hinge, Logan Ury, menyebut fenomena ini sebagai pergeseran positif. Menurutnya, semakin banyak orang merasa nyaman untuk menunjukkan antusiasme, mengungkapkan perasaan, dan mengejar hubungan yang benar-benar mereka inginkan tanpa harus berpura-pura tak peduli. Dengan kata lain, perhatian, usaha, dan kejelasan kini mulai dianggap menarik lagi.

Ciri khas chalant dating sendiri terlihat dari hal-hal sederhana tetapi bermakna: membalas pesan dengan jelas, menunjukkan ketertarikan tanpa gengsi, memberi waktu untuk pasangan, hingga berani mendefinisikan arah hubungan. Dalam pola ini, seseorang tidak takut terlihat peduli atau dianggap terlalu serius, selama hubungan yang dijalani memang sehat dan saling menghargai.

Tren ini juga ramai dibahas di TikTok, taak sedikit yang mengaku kini lebih memilih pasangan yang komunikatif, konsisten, dan berani menunjukkan usaha ketimbang sosok yang sengaja  tampil misterius atau menjaga jarak demi terlihat keren.

Meski begitu, chalant dating bukan berarti hubungan harus serba berlebihan atau terlalu cepat. Intinya bukan soal menjadi posesif, melainkan berani hadir secara emosional dan menunjukkan niat yang jelas. Di tengah budaya kencan modern yang sering dipenuhi sinyal campur aduk, tren ini dianggap sebagai napas baru: bahwa perhatian, ketulusan, dan komitmen bukan sesuatu yang memalukan.

Bagi banyak Gen Z, chalant dating menjadi penanda bahwa standar dalam hubungan mulai berubah. Setelah era hubungan serba santai dan setengah hati, kini makin banyak yang menginginkan relasi yang lebih hangat, jujur, dan pasti. [Syifaa]

 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic