
ThePhrase.id - Sering sulit berkonsentrasi dan tiba-tiba merasa mengerjakan hal lain lebih mendesak daripada menyelesaikan pekerjaan yang sedang dikerjakan? Kebiasaan ini bukan selalu menandakan kemalasan. Bisa jadi, yang dibutuhkan adalah “dopamine menu” untuk memberikan stimulasi pada otak dan membantu mengembalikan fokus.
Dopamine menu merupakan istilah yang dicetuskan oleh Jessica McCabe, advokat ADHD sekaligus pembawa acara kanal YouTube 'How to ADHD' untuk membantu memberikan stimulasi pada otak ketika sedang merasa kewalahan atau kehilangan motivasi.
Mencari aktivitas yang memberikan kesenangan atau stimulasi tinggi, seperti doomscrolling, dapat memicu pelepasan dopamin dan meningkatkan motivasi untuk sementara. Namun, setelah efek stimulasi dan rasa puas tersebut berakhir, motivasi dapat kembali menurun.
Maka dari itu, dopamine menu dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan stimulasi dengan aktivitas yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan diri, daripada terus mencari stimulasi secara spontan.
Meski awalnya dicetuskan untuk membantu orang dengan ADHD, dopamine menu juga dapat diterapkan oleh siapa saja, terutama mereka yang kesulitan berkonsentrasi, kurang termotivasi, atau cenderung menunda-nunda pekerjaan.
Cara Menerapkan Dopamine Menu
Seperti memilih makanan dari menu restoran, dopamine menu memiliki beberapa pilihan, mulai dari pembuka, makanan utama, camilan, hingga hidangan penutup yang diisi dengan berbagai aktivitas pilihan.
Dopamine menu dapat membantu mengurangi beban mental dalam menentukan aktivitas yang bisa membuat diri merasa lebih baik, sekaligus memberikan stimulasi dan energi bagi otak dengan cara yang lebih sehat. Berikut contoh membuat dopamine menu:
Penting untuk diingat, gunakan timer atau batas waktu saat menjalankan dopamine menu agar tidak terpaku pada satu aktivitas terlalu lama. Dengan begitu, kamu dapat menikmati stimulasi yang dibutuhkan tanpa kehilangan waktu dan tetap termotivasi untuk kembali menyelesaikan pekerjaan. (Syifa)