lifestyleRelationship

Apa Itu Karmic Relationship? Saat Hubungan Penuh Tarik Ulur Emosi

Penulis Ashila Syifaa
Sep 20, 2026
Ilustrasi karmic relationship. (Foto: Magnific.com)
Ilustrasi karmic relationship. (Foto: Magnific.com)

ThePhrase.id - Pernah merasa baru mengenal seseorang, tetapi hubungan dengannya terasa sangat familiar dan intens? Perasaan seperti ini kerap dikaitkan dengan istilah karmic relationship untuk menggambarkan hubungan romantis yang terasa kuat namun penuh dengan red flag.

Menurut Alodokter, karmic relationship merupakan hubungan yang dipercaya terbentuk karena dua orang telah ditakdirkan untuk bersama, bahkan diyakini memiliki keterikatan sejak kehidupan sebelumnya.

Dalam kata lain, secara spiritual hubungan ini dipercaya terjadi ketika dua orang bertemu untuk menyelesaikan “utang” atau pelajaran dari masa lalu. Hubungan ini biasanya digambarkan memiliki ketertarikan yang kuat sejak awal, emosi yang naik turun, konflik berulang, dan perasaan sulit melepaskan diri meski hubungan tersebut terasa melelahkan.

Namun, karmic relationship bukan istilah psikologi atau diagnosis klinis. Pasalnya, Belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa seseorang dapat terhubung dengan pasangan karena kehidupan sebelumnya. Karena itu, konsep ini lebih tepat dipahami sebagai kerangka spiritual, bukan penjelasan ilmiah mengenai hubungan romantis.

Meski begitu, pola yang sering diasosiasikan dengan karmic relationship dapat dilihat melalui perspektif psikologi. Psikolog klinis Charlynn Ruan, Ph.D., menjelaskan kepada Forbes Health bahwa dinamika tersebut dapat berkaitan dengan codependency, trauma bond, love addiction, hubungan disfungsional, hingga hubungan yang abusif. Konselor profesional Sara Miller juga menggambarkan hubungan ini sebagai hubungan dengan “high highs and low lows”.

Psikiater dan peneliti Ryan Sultan, dikutip Verywell Mind, mengatakan bahwa meski istilah karmic relationship berasal dari kerangka spiritual, pengalaman dalam hubungan tersebut dapat membuat seseorang menyadari luka emosional atau pola perilaku yang belum terselesaikan. 

Hal ini juga berkaitan dengan pola dalam relational trauma. Menurut Psikolog Annie Tanasugarn, pengalaman relasional yang belum terselesaikan dapat memengaruhi hubungan berikutnya dan membuat seseorang tanpa sadar mengulangi pola tertentu. 

Pada akhirnya, hubungan yang terasa sangat kuat belum tentu merupakan hubungan yang sehat. Terlepas dari bagaimana seseorang memaknai karmic relationship, penting untuk melihat pola hubungan secara realistis, termasuk bagaimana konflik diselesaikan, apakah batasan dihormati, dan apakah hubungan tersebut membuat kedua pihak merasa aman serta dihargai. [Syifaa]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic