lifestyleRelationship

Apa itu Love Scamming? Modus Penipuan yang Berkedok Asmara

Penulis Ashila Syifaa
Jan 10, 2026
Ilustrasi love scamming. (Foto: Freepik.com)
Ilustrasi love scamming. (Foto: Freepik.com)

ThePhrase.id Belakangan ini, marak modus penipuan berkedok asmara yang dikenal dengan istilah love scamming atau romance scam. Modus ini memanfaatkan emosi dan kepercayaan korban, yang pada akhirnya dapat menimbulkan kerugian, baik secara emosional maupun finansial.

Di era digital, tidak sedikit orang memanfaatkan aplikasi kencan maupun media sosial untuk bertemu dan menjalin hubungan dengan orang baru. Namun, aktivitas yang sekilas tampak tidak berbahaya ini dapat berubah menjadi jebakan, terutama dengan maraknya praktik love scamming. Lantas, bagaimana modus ini bisa terjadi?

Love scamming merupakan jenis penipuan daring, di mana pelaku akan memalsukan identitas untuk membangun hubungan romantis atau emosional melalui aplikasi kencan maupun platform media sosial lainnya. Pelaku biasanya beroperasi dari jarak jauh, sering kali dari luar negeri dengan identitas palsu yang menarik dan meyakinkan. 

Pelaku love scam biasanya akan membangun kedekatan secara intens dengan korban dalam waktu tertentu untuk menumbuhkan rasa percaya dan ketergantungan emosional. Setelah hubungan terasa dekat, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan berbagai alasan, seperti membutuhkan bantuan finansial, investasi palsu, atau kondisi darurat yang direkayasa.

Sebelum melakukan skenario yang terstruktur, pelaku biasanya akan melakukan pencarian dan pendekatan awal melalui berbagai platform daring, seperti media sosial, aplikasi kencan, hingga forum online. Biasanya yang menjadi target adalah individu yang terlihat kesepian, rentan secara emosional, atau memiliki kekayaan. Lalu pelaku akan membangun profil palsu yang menarik dengan informasi pribadi yang terlihat sempurna.

Dari situlah pelaku mulai melakukan love scamming dan membangun hubungan emosional yang kuat dengan korban. Pelaku akan memulai dengan memberikan perhatian yang berlebihan, pujian, kata-kata manis, untuk memikat korban. Bahkan sampai ditahap serius seperti berjanji untuk bertemu hingga menikah.

Setelah korban berhasil terpikat, pelaku akan melancarkan aksi penipuannya. Biasanya mereka akan meminta uang dengan berbagai dalih yang mendesak dan dramatis. Beberapa alasan yang umum meliputi:

  • Meminta biaya darurat medis
  • Masalah bisnis atau investasi
  • Biaya perjalanan atau Visa
  • Masalah hukum
  • Bea cukai atau pajak untuk pengiriman barang

Pelaku akan menekan korban untuk segera mengirimkan uang dengan mengancam atau memanipulasi emosi korban jika tidak segera dilakukan.

Setelah mendapatkan keuntungan, sering kali pelaku akan menghilang dan kabur begitu saja. Mereka akan memblokir semua kontak sampai tidak dapat dihubungi lagi.

Ciri-ciri love scammer yang perlu diwaspadai untuk melindungi diri dari modus penipuan ini dapat dikenali melalui perilaku mencurigakan, antara lain:

  • Memiliki profil yang tampak terlalu sempurna, sering menampilkan gaya hidup mewah serta mengklaim profesi yang mengesankan.
  • Menolak atau selalu menghindari panggilan video maupun panggilan suara.
  • Terlalu cepat mengungkapkan perasaan cinta dan komitmen dalam waktu singkat.
  • Kerap mengaku menghadapi masalah mendesak yang membutuhkan bantuan segera.

Untuk menghindari love scamming, terdapat beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan, di antaranya:

  • Berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi, seperti alamat rumah, nomor rekening bank, atau data sensitif lainnya.
  • Memastikan profil lawan bicara asli dan tidak menggunakan identitas palsu.
  • Tidak mudah percaya meskipun pelaku terlihat meyakinkan.
  • Menghindari pengiriman uang atau bantuan finansial dengan alasan apa pun. 

[Syifaa]

Tags Terkait

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic