
Thephrase.id - Dalam hitungan sekitar 100 hari, Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2026 yang juga diikuti Iran. Akan tetapi, situasi geopolitik berubah drastis setelah Washington melancarkan serangan militer ke Teheran dalam operasi gabungan dengan Israel.
Serangan tersebut memicu balasan di sejumlah wilayah Timur Tengah. Ketegangan itu memunculkan pertanyaan besar mengenai partisipasi Iran di turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat.
Timnas Iran dijadwalkan menghadapi Timnas Selandia Baru dan Timnas Belgia di Los Angeles, sebelum melawan Timnas Mesir di Seattle pada penyisihan grup. Keikutsertaan itu menjadi bagian dari upaya Timnas Iran tampil di Piala Dunia untuk keempat kalinya secara beruntun.
Sebelumnya, Timnas Iran tidak dicoret dari turnamen meski Amerika Serikat membombardir tiga fasilitas nuklir mereka pada musim panas lalu.
Situasi semakin kompleks setelah laporan mengenai tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Ketidakjelasan lanskap politik domestik membuat arah keputusan terkait sepak bola nasional sulit dipastikan.
Direktur Program Timur Tengah dan Afrika Utara di Chatham House, Dr Sanam Vakil, menyebut konflik kali ini tidak bisa dianggap sebagai eskalasi singkat. Ia menilai fase terbaru ini menyangkut keberlangsungan rezim dan berpotensi berlangsung lama.
"Bagi Teheran, ini bukan perang 12 hari yang singkat atau putaran eskalasi terbatas yang dapat dihentikan dan diatur ulang. Tahap konflik yang baru ini bersifat eksistensial dan jelas berkaitan dengan kelangsungan rezim. Kemungkinan besar juga tidak akan berakhir dengan cepat," tegasnya dilansir BBC.
Apabila Iran memutuskan mundur, muncul opsi pengganti dari Konfederasi Sepak Bola Asia. Timnas Irak atau Timnas Uni Emirat Arab disebut berpeluang mengisi tempat yang ditinggalkan, tergantung skenario kualifikasi yang berjalan.
Di sisi lain, Timnas Wanita Iran tetap menjalani persiapan Piala Asia di Australia. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menyatakan terus berkomunikasi intensif dan memberikan dukungan penuh kepada skuad yang berada di Gold Coast.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya menandatangani perintah eksekutif yang melarang warga dari 12 negara, termasuk Iran, memasuki wilayah Amerika Serikat, meski pemain dan staf Piala Dunia dikecualikan. Jika Iran tetap tampil, pengamanan di sekitar pertandingan dan lokasi latihan mereka di Arizona diperkirakan akan mendapat perhatian ketat.
Situasi ini menambah daftar tantangan menjelang Piala Dunia 2026 yang juga bertepatan dengan peringatan 250 tahun Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat. Dalam 48 jam terakhir, dinamika politik yang sudah rumit kian bertambah kompleks, dengan implikasi langsung terhadap turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.