
Thephrase.id - Penyelenggaraan Piala Asia 2027 di Arab Saudi mulai menghadapi ketidakpastian setelah serangkaian serangan udara menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, yang membuat Federasi Sepak Bola Australia (FA) meningkatkan pemantauan terhadap situasi keamanan menjelang turnamen pada 7 Januari 2027.
Sedikitnya 14 orang dilaporkan meninggal dunia dan lebih dari 300 lainnya mengalami luka-luka akibat sejumlah serangan yang terjadi sepanjang akhir pekan, dengan kelompok pemberontak Houthi dari Yaman yang didukung Iran mengaku bertanggung jawab melalui juru bicara militernya, Yahya Sarea.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) belum memberikan penjelasan mengenai kemungkinan perubahan jadwal maupun rencana alternatif penyelenggaraan Piala Asia 2027, sementara permintaan tanggapan yang diajukan kepada organisasi tersebut juga belum mendapatkan jawaban.
FA menyatakan terus mengikuti perkembangan konflik di Arab Saudi dengan melibatkan tim keamanan yang secara berkala melakukan evaluasi, terutama untuk memastikan seluruh anggota Timnas Australia beserta staf dan pendukung tetap terlindungi selama menjalani kegiatan internasional.
"Football Australia terus memantau situasi di Arab Saudi dengan saksama. Keselamatan dan kesejahteraan pemain, staf, serta pendukung kami tetap menjadi prioritas utama. Tim keamanan kami yang berpengalaman secara aktif memantau perkembangan dan memberikan informasi terbaru secara berkala. Penilaian risiko merupakan bagian dari perencanaan kami untuk setiap pemusatan latihan tim nasional dan akan menjadi fokus utama dalam persiapan menuju Januari," demikian pernyataan juru bicara FA dilansir AAP.
Kemungkinan AFC mencabut status Arab Saudi sebagai tuan rumah dan memindahkan Piala Asia 2027 ke negara lain dalam waktu singkat dinilai relatif kecil. Penundaan turnamen selama satu tahun hingga Januari 2028 menjadi salah satu skenario yang mungkin terjadi apabila konflik dengan kelompok Houthi tidak mereda dalam beberapa bulan mendatang.
Perubahan jadwal tersebut berpotensi memengaruhi sejumlah peserta, termasuk Timnas Australia yang masih terikat kontrak dengan pelatih Tony Popovic hingga berakhirnya Piala Asia 2027, sehingga belum diketahui apakah masa kerja sang pelatih otomatis diperpanjang apabila turnamen bergeser ke tahun berikutnya.
Kepala Eksekutif Asosiasi Pesepak Bola Profesional Australia (PFA), Beau Busch, turut menyampaikan keprihatinannya terhadap masyarakat yang terdampak konflik sekaligus menegaskan bahwa perlindungan terhadap seluruh pihak yang terlibat harus menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan Piala Asia.
"Keselamatan pemain, suporter, dan staf harus menjadi prioritas serta pertimbangan utama dalam perencanaan dan penyelenggaraan Piala Asia AFC. Melalui PFA dan FIFPRO, serikat pemain global, kami terus memantau situasi dan menjalin komunikasi erat dengan Football Australia serta para ahli eksternal. Penilaian risiko dilakukan sebelum setiap pemusatan latihan dan akan tetap menjadi hal yang sangat penting menjelang Piala Asia," tegas Busch.
Kekhawatiran terhadap keamanan di Arab Saudi juga meningkat setelah sejumlah maskapai, termasuk Etihad dan Qatar Airways, menunda penerbangan menuju Riyadh serta bandara utama kota tersebut ditutup hingga 17 Oktober, sementara pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) mengimbau warganya mempertimbangkan kembali perjalanan ke negara itu.
Dampak situasi keamanan turut dirasakan sektor olahraga setelah pertandingan Al Nassr yang diperkuat Cristiano Ronaldo dan dilatih Ange Postecoglou di Liga Champions Asia mengalami penundaan selama satu jam akibat peringatan keamanan terkait serangan rudal Houthi yang berhasil dicegat. Sedangkan Grand Prix Formula 1 Jeddah pada April 2026 dibatalkan dan Kejuaraan Reli Dunia mencoret seri Arab Saudi yang semula dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) juga sedang mengkaji sejumlah kemungkinan terkait rencana pertandingan persahabatan melawan Timnas Arab Saudi pada FIFA Matchday November 2026. Australia dijadwalkan menghadapi Qatar di Doha dan Yordania di Amman dengan tim keamanan FA telah melakukan penilaian risiko terhadap kedua perjalanan tersebut.
Situasi ini turut menjadi perhatian FIFA karena Arab Saudi telah ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034, sedangkan AFC memiliki pengalaman memindahkan Piala Asia 2023 dari China ke Qatar akibat kebijakan COVID-19, meskipun sebelumnya turnamen Piala Asia U-17 di Arab Saudi tetap berlangsung sesuai jadwal dengan pengamanan dan pengarahan khusus kepada pemain serta orang tua.