figure

Ardika Dwitama, Chef Indonesia Peraih Pastry Chef Terbaik Asia di Asia’s 50 Best Restaurants

Penulis Firda Ayu
Apr 05, 2026
Ardika Dwitama (Foto: .instagram.com/ardikadwitama)
Ardika Dwitama (Foto: .instagram.com/ardikadwitama)

ThePhrase.id – Dunia kuliner Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Chef pastry asal Indonesia, Ardika Dwitama Tjandra, berhasil meraih penghargaan Asia’s Best Pastry Chef 2026 dalam ajang bergengsi Asia’s 50 Best Restaurants 2026.

Penghargaan yang disponsori oleh Valrhona tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi Ardika dalam menghadirkan kreasi pastry inovatif yang memadukan teknik global dengan kekayaan bahan lokal Indonesia.

Menjadi salah satu pastry chef paling berpengaruh di Asia saat ini, Ardika mendapat julukan “Jakarta’s Prince of Pastry”. Namanya semakin dikenal luas sejak bergabung bersama chef Hans Christian dan restaurateur Budi Cahyadi untuk mendirikan restoran August Jakarta pada November 2021. Di restoran fine dining tersebut, Ardika menghadirkan sentuhan pastry yang modern namun tetap dengan sentuhan bahan Indonesia.

Ardika juga dikenal konsisten dalam menggunakan bahan musiman untuk tiap kreasinya. Di August, pengunjung dapat menemukan berbagai hidangan unik seperti jasmine sencha dengan citrus dan yoghurt, es krim sourdough dengan mulberry dan kacang mede, hingga sticky rice pudding dengan granita markisa dan jelly nanas fermentasi.

Akrab dipanggil Chef Uwi, Chef Ardika Pratama hingga kini menjabat sebagai Pastry Chef di August Jakarta, resto yang kerap kali masuk dalam daftar Asia’s 50 Best Restaurants. Di balik pencapaiannya, perjalanan kariernya telah ditempa sejak usia muda. Ia memulai karier profesional sebagai pastry chef di Union Brasserie, Bakery & Bar pada 2011, sebelum melanjutkan pengalaman internasional di Burch & Purchese, Australia, pada 2012–2013.

Ardika Dwitama  Chef Indonesia Peraih Pastry Chef Terbaik Asia di Asia   s 50 Best Restaurants
Ardika Dwitama (Foto: instagram.com/theworlds50best)

Pengalamannya semakin berkembang saat bergabung dengan restoran milik Will Goldfarb bernama Room 4 Dessert pada 2014. Di sana, Ardika turut terlibat dalam tim pembukaan restoran tersebut di Ubud. Ia juga sempat bekerja sebagai Tenant Relation di industri F&B selama kurang lebih 4 tahun pada 2015-2019, sebelum akhirnya kembali ke dunia pastry dan bergabung dengan August Jakarta. 

Dalam perjalanannya, Ardika juga pernah bekerja bersama pastry chef kelas dunia seperti Darren Purchese dari Australia dan Will Goldfarb dari Amerika Serikat. Pengalaman ini tak hanya memperdalam pengetahuannya di bidang pastry, tapi juga mengasah teknik serta kreativitasnya.

Ardika bahkan pernah menjalankan konsep pop-up dessert bar bernama Oui Dessert serta menimba pengalaman di berbagai dapur bergengsi di Australia, termasuk magang di hotel internasional.

Latar belakang pendidikannya pun tak kalah mentereng. Ardika merupakan lulusan Le Cordon Bleu College Adelaide dan Le Cordon Bleu Sydney, tempat ia mempelajari manajemen restoran hingga teknik kuliner profesional.

Melansir Beauty Journal, kecintaan Ardika pada dunia kuliner juga dipengaruhi oleh sosok sang ayah, Iwan Tjandra, yang merupakan restaurateur sukses di Indonesia. Dari sanalah minat Ardika terhadap dunia F&B mulai terbentuk hingga akhirnya menekuni dunia pastry secara serius.

Chef yang dikenal mengusung konsep “from scratch” dalam setiap kreasinya ini juga cenderung meminimalkan penggunaan gula rafinasi dan lebih memilih pemanis alami seperti madu, gula aren, serta gula kelapa. 

Ardika juga kerap kali membagikan kreativitas pastry buatannya melalui media sosial miliknya @ ardikadwitama. Beberapa kreasi yang ia bagikan, seperti roasted jali-jali ice cream dengan banana dan caviar chocolate crackling, Es Campur à la Seroja hasil kolaborasi dengan Seroja Singapore, hingga rosella dan sirih merah granita dengan puffed rice praline strawberry[fa]

Artikel Pilihan ThePhrase

 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic