
Thephrase.id - Kemenangan agregat 4-2 Arsenal atas Chelsea pada semifinal Carabao Cup 2025-2026 menandai berakhirnya penantian hampir enam tahun klub London Utara itu untuk kembali tampil di babak final kompetisi besar setelah sebelumnya empat kali gagal di semifinal.
Lolosnya Arsenal ke final Carabao Cup ini menjadi final mayor pertama mereka sejak Mikel Arteta membawa klub tersebut menjuarai Piala FA pada 2020, sekaligus final kedua sepanjang masa kepelatihannya di Emirates Stadium.
Pertandingan leg kedua berlangsung ketat dengan intensitas tinggi meski minim peluang bersih, sebelum gol Kai Havertz di masa tambahan waktu memastikan tiket Arsenal ke Wembley dan memicu euforia besar dari pemain serta pendukung yang memadati Emirates Stadium.
Dalam laga yang hanya menghasilkan dua tembakan tepat sasaran dari masing-masing tim, Arsenal tampil disiplin dan terorganisasi sehingga jarang berada dalam tekanan serius, sebuah cerminan dari konsistensi performa mereka sepanjang musim.
Hasil ini membawa Arsenal melangkah ke final EFL Cup kesembilan dalam sejarah klub, di mana mereka akan menghadapi pemenang antara Manchester City atau Newcastle United pada partai puncak yang dijadwalkan berlangsung Minggu, 22 Maret 2026.
Apabila bertemu Manchester City, laga tersebut akan menjadi ulangan final EFL Cup 2018 yang kala itu dimenangkan klub asal Manchester, saat Arteta masih menjadi bagian dari staf kepelatihan Pep Guardiola.
"Ada atmosfer yang sangat spesial di dalam stadion kami, dan itu memberikan perbedaan besar, kami telah menunggu beberapa tahun untuk berada di posisi ini dan tentu saja kami akan menikmati final ini," beber manajer Arsenal, Mikel Arteta.
"Ini adalah vitamin terbaik bagi kami karena kami bermain setiap tiga hari, tetapi bekerja sangat keras untuk mencapai momen-momen ini dan bisa merasakannya bersama-sama adalah sesuatu yang sangat magis, Anda bisa melihat kegembiraan, senyuman, energi, dan semua hal positif yang bekerja di dalam klub," sambungnya.
Sejak menjuarai Piala FA pada 2020, Arsenal tercatat mencapai empat semifinal di berbagai kompetisi namun selalu gagal melangkah ke final, bahkan tanpa pernah memenangkan satu leg pun hingga keberhasilan mereka menuntaskan tugas pada laga semifinal kali ini.
Dalam periode yang sama, Arsenal juga beberapa kali kehilangan keunggulan dalam perburuan gelar Premier League, situasi yang membuat tekanan terhadap Arteta untuk mempersembahkan trofi kembali menguat pada musim ini.
Secara statistik, tujuh dari 12 juara terakhir EFL Cup berhasil menambahkan setidaknya satu trofi lain di musim yang sama, sebuah catatan yang memberi konteks penting bagi posisi Arsenal yang kini memimpin klasemen Premier League dengan selisih enam poin.
Dengan jadwal menghadapi Wigan Athletic di putaran keempat Piala FA serta status lolos ke babak 16 besar Liga Champions setelah menyapu bersih delapan laga, Arsenal memasuki fase krusial musim ini tanpa satu pun trofi di tangan namun dengan peluang di berbagai kompetisi.
Sepanjang sejarah sepak bola Inggris, belum ada satu pun klub yang mampu menjuarai liga domestik, Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions dalam satu musim, menjadikan pencapaian tersebut masih berada pada wilayah yang belum tersentuh hingga kini.