features

AS Menang Banyak, Indonesia menjadi Kuda Troya atau Kuda Tunggangan

Penulis Aswandi AS
Feb 24, 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto ketika menghadiri Business Summit di Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (18/02/26) waktu setempat. (Foto: Instagram/presidenrepublikindonesia)
Presiden RI, Prabowo Subianto ketika menghadiri Business Summit di Washington DC, Amerika Serikat (AS) pada Rabu (18/02/26) waktu setempat. (Foto: Instagram/presidenrepublikindonesia)

ThePhrase.id - Lawatan Presiden Prabowo menemui Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada 17 Februari 2026 lalu, telah membuat Amerika menang banyak dalam perjanjian perdagangan kedua negara.  Dengan iming-iming memangkas tarif impor, Trump berhasil kuasai mineral strategis dan alihkan impor migas Indonesia ke Amerika.  Indonesia juga dinilai telah masuk jebakan Presiden Trump  ikut dalam agenda politik global  Amerika Serikat.

Salah satu poin kerja sama perdagangan Indonesia-Amerika hasil dari kunjungan Presiden Prabowo menemui Presiden Donald Trump adalah Pemerintah Indonesia sepakat untuk mengimpor komoditas energi hingga US$ 15 miliar atau sekitar Rp253,47 triliun (asumsi kurs Rp 16.898 per US$) dari Amerika Serikat.

Impor minyak dan gas ini merupakan bagian dari kesepakatan hasil negosiasi tarif dagang dengan AS,  yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump dengan Presiden Prabowo Subianto secara resmi dalam dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance.

"Ada kesepakatan juga untuk melakukan impor gas (LPG) dan crude oil, nilainya US$ 15 miliar per tahunnya," kata Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers secara daring, Jumat (20/2/2026).

Selain impor migas dari AS, konsekuensi perjanjian itu adalah Indonesia menyetujui perpanjangan kontrak perusahaan tambang asal Amerika Serikat, Freeport-McMoRan (FCX), hingga tahun 2061. Kesepakatan tersebut menjadi kelanjutan dari kontrak yang saat ini berlaku sampai 2041. Itu artinya, masa izin yang baru direncanakan berlangsung selama 20 tahun, yakni periode 2041–2061. Perpanjangan kerja sama ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk operasional tambang Grasberg yang terletak di Papua Tengah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa perpanjangan kontrak  Freeport merupakan upaya menjaga keberlanjutan produksi, peningkatan pendapatan negara, dan eksplorasi cadangan baru. Bahlil menyebutkan bahwa produksi Freeport diperkirakan mencapai titik tertinggi pada tahun 2035 sehingga diperlukan langkah antisipatif guna memastikan keberlanjutan operasional setelah periode tersebut.

“Kita tahu bahwa konsentrat Freeport sekarang memproduksi satu tahun pada saat belum terjadi musibah itu mencapai 3,2 juta ton biji konsentrat tembaga yang menghasilkan kurang lebih sekitar 900.000 lebih tembaga dan kurang lebih sekitar 50 sampai 60 ton emas,” kata Bahlil, dalam konferensi pers daring di Washington D.C, AS, dikutip dari Antara, Jumat (20/2/2026).

Selain itu, Indonesia juga diharuskan  membeli 50 pesawat komersial Boeing  dengan nilai transaksi sekitar US$ 13,5 miliar atau setara Rp227,91 triliun (kurs Rp 16.882 per dolar AS).    

Sebagai tukarnya, Amerika membebaskan tarif impor 0 persen terhadap 1.819 pos tarif produk Indonesia . Produk tersebut meliputi: Komoditas Utama seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, dan karet.  Dari Manufaktur & Teknologi seperti komponen elektronik (termasuk semikonduktor) dan komponen pesawat terbang.  Namun dalam waktu yang sama Indonesia harus membebaskan 99% produk AS masuk ke pasar Indonesia dengan melonggarkan standar halal untuk produk makanan dan minuman.

“Ini bukan sekadar isu dagang. Ini menyangkut hak konsumen Muslim atas kepastian informasi dan masa depan ekonomi syariah nasional,” kata Ekonom CSED (Center for Sharia Economic Development)  INDEF, Hakam Naja, dalam keterangan tertulis, Minggu (22/2/2026).

Hakam menilai pelonggaran aturan sertifikasi halal berpotensi merusak tatanan perlindungan konsumen di dalam negeri.

Indonesia Kena Prank?

Tak berselang lama setelah Trump menyetujui tarif  impor 0 persen kepada Indonesia, Mahkamah Agung  AS membatalkan keputusan Trump tersebut, pada Jumat (20/2) waktu setempat.  Dengan hasil pemungutan suara 6-3, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Presiden Donald Trump tidak berwenang untuk memberlakukan tarif global berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).

Trump kemudian membuat keputusan baru dengan menetapkan tarif  impor global sebesar 10  persen. Indonesia pun kena prank  atau masuk dalam permainan Trump setelah sempat mengumumkan tarif 0 persen yang diberikan Trump sebelumnya.  Sementara Indonesia telah menyetujui impor migas , memborong pesawat komersial Boeing, memperpanjang kontrak Freeport dan lain-lain.

Perjanjian kerja sama perdagangan ini adalah kelanjutan dari  bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace bentukan Trump yang ditandatangani Presiden Prabowo pada  22 Januari 2026.  Prabowo pun dinilai telah masuk dalam jebakan Trump dan Netanyahu dengan menjanjikan kemerdekaan kepada Palestina dan pembebasan tarif impor.  

Sejumlah Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) yang tergabung di dalam Koalisi Reformasi Sektor Keamanan  menilai bergabungnya Indonesia ke dalam BoP  secara perlahan sudah masuk jebakan Donald Trump dan Netanyahu.

“Bergabungnya Indonesia dalam BoP telah melupakan kejahatan perang dan kemanusiaan yang dilakukan Netanyahu sehingga Indonesia secara perlahan tapi pasti masuk dalam jebakan Trump dan Netanyahu,” pernyataan tertulis Koalisi Reformasi Sektor Keamanan pada Jumat (6/2/2026).

Koalisi ini menyatakan keputusan yang dilakukan Prabowo tak masuk akal dan pemborosan  dengan harus mengeluarkan dana Rp16,7 triliun sebagai bagian komitmen bergabung ke badan tersebut. Apalagi dalam piagam BoP itu tidak menyebut secara khusus tentang kemerdekaan Palestina tetapi hanya mencantumkan kalimat rekonstruksi Gaza.

Pakar Hukum Internasional dari Universitas Indonesia, Hikmahanto Juwana, mengingatkan Pemerintah Indonesia untuk waspada terhadap skema perdamaian Gaza yang diinisiasi oleh Donald Trump melalui Board of Peace (BOP).  Hikmahanto menilai terdapat indikasi kuat adanya akal bulus Israel di balik rencana rekonstruksi wilayah tersebut.

"Ini kayaknya jebakan. Jebakan yang kelihatannya manis, tetapi ujungnya nih yang nggak manis. Ujungnya itu adalah rakyat Palestina tidak akan mendapatkan negaranya," kata Hikmahanto dalam podcast Forum Keadilan TV, Minggu (22/2/2026).

Hikmahanto khawatir sikap naif demi mendapatkan keuntungan diplomatik justru akan menjerumuskan Indonesia ke dalam posisi sulit, baik secara internasional maupun domestik.

Di tengah kritik terhadap keputusan Presiden Prabowo bergabung ke BoP, sempat berkembang wacana bahwa hal itu bagian dari strategi Kuda Troya untuk mengentahui apa yang ada dalam badan itu.  Namun, melihat perjalanan yang baru “sepelemparan batu” itu, tampaknya, Kuda Troya itu akan jadi Kuda Tunggangan, yang akan dipecut dan dikendalikan Trump sesuai tujuan dan misi Donald Trump dan kroninya. (Aswan AS)

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic