regionalBatik

Asal-usul dan Makna Motif Batik Kawung

Penulis Ashila Syifaa
Aug 07, 2023
Kawung kemplung. (Foto: the Nationaal Museum van Wereldculturen)
Kawung kemplung. (Foto: the Nationaal Museum van Wereldculturen)

ThePhrase.id - Motif kawung merupakan salah satu motif batik tertua di Indonesia yang berasal dari Yogyakarta. Tak hanya digunakan pada kain atau pakaian batik saja, motif kawung juga dijadikan ornamen pada benda, seperti bantal, sofa, lukisan hingga dekorasi bangunan.

Motif batik kawung sebagai batik tertua memiliki sejarah yang diyakini sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit, yang berlangsung dari abad ke-13 hingga abad ke-16 Masehi. Motif ini ditemukan pada berbagai artefak seperti relief candi, patung, dan lukisan dinding purbakala. Motif ini awalnya digunakan sebagai simbol kerajaan dan hanya bisa dipakai oleh kalangan kerajaan atau keluarga istana.

Motif ini memiliki bentuk berupa bulatan yang menyerupai buah kawung, sejens kelapa atau juga disebut sebagai aren atau kolang-kaling.

Makna Filosofis Motif Batik Kawung

Asal usul dan Makna Motif Batik Kawung
Batik Kawung. (Foto: budaya.jogjaprov.go.id)

Selain memiliki sejarah yang panjang, motif tersebut memiliki filosofis yang dalam, dan setiap bagian motifnya mengandung pesan moral dan spiritual yang penting. Secara umum, motif batik kawung menggambarkan bentuk lingkaran atau cakram yang diatur dalam pola geometris yang teratur.

1. Simbol Kehidupan

Motif lingkaran dalam batik kawung melambangkan roda kehidupan, yang mencerminkan siklus kehidupan dari lahir hingga mati. Simbol ini mengajarkan tentang pentingnya menerima dan menjalani setiap fase kehidupan dengan lapang dada.

2. Simbol Keseimbangan

Polanya yang simetris dan teratur melambangkan keseimbangan dan harmoni dalam kehidupan. Ini mengingatkan manusia untuk mencari keseimbangan dalam segala hal, baik dalam hubungan sosial, pekerjaan, maupun spiritualitas.

3. Simbol Kesucian

Motif batik kawung juga dianggap memiliki keterkaitan dengan kepercayaan agama dan kebersihan batin. Bentuk cakram yang suci ini menunjukkan perlunya menjaga kesucian hati dan jiwa dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

4. Simbol Kesuburan

Beberapa interpretasi juga menyatakan bahwa motif batik kawung melambangkan kesuburan dan kemakmuran. Bentuk bulatan dalam motif ini sering diartikan sebagai benih atau biji yang siap tumbuh dan berkembang.

5. Makna Eksklusivitas

Pada masa lalu, motif batik kawung menjadi simbol eksklusivitas dan keanggunan kalangan kerajaan. Namun, seiring perkembangan zaman, motif ini telah diadopsi oleh masyarakat luas dan menjadi salah satu motif batik paling populer di Indonesia.

Dengan begitu banyaknya makna filosofis yang terkandung dalam motif batik kawung, tak heran jika batik ini masih tetap populer hingga saat ini dan menjadi salah satu kebanggaan budaya Indonesia.

Dalam perkembangan zaman, motif batik kawung tidak hanya digunakan pada kain batik tradisional. Desainnya juga dimodifikasi untuk diaplikasikan pada berbagai produk seperti pakaian, aksesori, dan barang-barang kerajinan. Hal ini membantu memperkenalkan dan menjaga keberlanjutan warisan budaya Indonesia dalam dunia yang semakin modern. [Syifaa]

 
Related News

Popular News

 

News Topic