lifestyle

Awas! Screen Time Berlebihan pada Anak Usia Dini Berkaitan dengan Penurunan Kemampuan Belajar

Penulis Rangga Bijak Aditya
Jul 12, 2026
Ilustrasi: Screen time pada anak usia dini. (Foto: Canva/Aflo Images)
Ilustrasi: Screen time pada anak usia dini. (Foto: Canva/Aflo Images)

ThePhrase.id - Paparan layar atau screen time yang berlebihan pada anak usia dini diduga berhubungan dengan menurunnya prestasi akademik dan kemampuan memori kerja saat anak memasuki usia sekolah.

Dilansir Antaranews, temuan tersebut berasal dari penelitian yang dilakukan tim peneliti French National Institute of Health and Medical Research (Inserm) di Prancis bersama National University of Singapore.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal World of Pediatrics pada April 2026 itu melibatkan 502 anak yang dipantau sejak masa bayi hingga pertengahan masa kanak-kanak. Peneliti mengamati pengaruh penggunaan layar terhadap perkembangan kemampuan belajar anak.

Hasil penelitian menunjukkan dampak paling besar ditemukan pada anak yang mengalami paparan layar berlebihan sejak masih bayi dan ketika mulai memasuki usia sekolah. Penurunan prestasi akademik secara umum juga lebih terlihat pada anak yang telah terbiasa menggunakan layar secara berlebihan sejak usia satu tahun.

Menurut peneliti, masa awal kehidupan merupakan periode penting perkembangan otak. Pada fase tersebut, interaksi langsung dengan lingkungan berperan besar dalam mendukung proses belajar, sehingga paparan layar yang berlebihan dikhawatirkan mengurangi kesempatan anak memperoleh stimulasi yang dibutuhkan.

Penelitian juga mencatat bahwa penggunaan layar pada usia dua hingga tiga tahun tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan penurunan kemampuan belajar. Namun, kaitan tersebut kembali terlihat ketika anak berusia sekitar enam tahun atau mulai menjalani pendidikan formal.

Temuan ini sejalan dengan riset tim Action on Digital Device Immersive Conditions (ADDICT) di Inggris yang mengaitkan penggunaan layar pada anak di bawah dua tahun dengan berbagai risiko jangka panjang, seperti gangguan tidur, masalah kesehatan mata, obesitas, dan stimulasi berlebihan.

Peneliti pun menyarankan agar anak di bawah usia dua tahun tidak rutin terpapar layar, kecuali untuk kebutuhan tertentu seperti panggilan video atau kegiatan belajar yang didampingi orang tua. (Rangga) 

Artikel Pilihan ThePhrase

- Advertisement -
 
Banyak dibaca
Artikel Baru
 

News Topic