
ThePhrase.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa tidak ada masalah dalam persediaan gas LPG dan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia, setelah Iran menutup total Selat Hormuz, buntut dari serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
“Kalau menyangkut LPG, enggak ada masalah, jadi relatif clear lah. Kalau menyangkut BBM, yang kita impor kan tinggal bensin, dan itu kita belinya di Asia Tenggara, tidak ada di Middle East (Timur Tengah). Jadi, relatif insyaallah clear,” ujar Bahlil kepada awak media usai menghadiri pertemuan dengan Presiden RI, Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta pada Rabu (4/3).
Bahlil mengungkapkan bahwa dalam rapat perdana Dewan Energi Nasional (DEN) pada Selasa (3/3) lalu, pihaknya sudah mengantisipasi 25 persen crude (minyak mentah) yang dibeli dari Timur Tengah, dengan mengalihkannya ke Amerika serta negara-negara yang tidak berkaitan dengan selat tersebut.
Ia memastikan untuk saat ini, pasokan energi nasional tidak terganggu meski konflik di Timur Tengah kian memanas. Namun, jika konflik tersebut berlangsung lama, ada kemungkinan pasokan akan terganggu.
“Ke depan, kalau perangnya lama, pasti akan berdampak, itu sudah pasti. (Tapi) sampai dengan satu—dua bulan ke depan, insyaallah kita masih clear, insyaallah enggak ada masalah,” tukasnya.
Bahlil juga memberikan penjelasan terkait pernyataan sebelumnya, mengenai cadangan BBM yang masih cukup untuk 20 hari. Ia mengatakan, bahwa yang dimaksud ialah kemampuan daya tampung nasional yang hanya maksimal untuk 25 hari.
“Kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari, maksimal. Cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional yang sebagaimana lazimnya,” jelas Bahlil.
“Jadi, bukan kita enggak punya cadangan untuk mengisi minyak, tapi sekarang mau taruh di mana? Inilah kekurangan kita, tapi tidak usah kita saling menyalahkan siapa-siapa. Ini yang harus kita perbaiki,” lanjutnya.
Menteri ESDM itu kemudian membeberkan arahan Presiden Prabowo untuk segera membangun storage agar dapat menyimpang cadangan yang lebih besar. Lebih lanjut, Bahlil merencanakan tempat penyimpanan tersebut dibangun di Sumatra. (Rangga)