Bakal Capres dari Kabinet Jokowi

- Advertisement -spot_imgspot_img

ThePhrase.id – Meski sempat mengemuka namun isu perpanjangan masa jabatan Presiden Jokowi menjadi 3 periode sudah melemah. Tampaknya partai koalisi tidak menyambut gagasan itu karena tidak ada alasan politik yang kuat untuk memperpanjang jabatan presiden 3 periode.

“Undang-undang kita membatasi jabatan presiden 2 periode saja. Partai kita berpedoman pada ketentuan undang-undang itu,” kata salah seorang fungsionaris Partai Golkar kepada ThePhrase.id, Minggu (21/11).

Berakhirnya jabatan Presiden Jokowi pada 2024 nanti, memberikan ruang gerak yang leluasa untuk para menteri Jokowi untuk ikut bertarung. Tak ada ewuh-pakewuh lagi karena memang wayahe Jokowi untuk istirahat dan figur baru tampil untuk memimpin.

Dari penelusuran ThePhrase.id ada beberapa nama menteri yang sudah mulai melempar isu atau menebar baliho memberitahu ke publik jika dirinya layak dipilih untuk menggantikan Jokowi.

  1. Airlangga Hartarto

Capres Airlangga Hartarto
Foto: Airlangga Hartarto (instagram.com/airlanggahartarto_official)

Posisinya sebagai Menko Perekomian memberinya ruang gerak yang lebih besar untuk bermanuver di ruang publik. Program kebangkitan ekonomi pasca pandemi covid 19 adalah panggung bagus seorang menteri ekonomi untuk unjuk kapasitas dan kualitasnya sebagai seorang calon presiden.

Airlangga kerap hadir dalam berbagai forum pelatihan dan Coaching Clinik UMKM di seluruh Indonesia. Ini memang program pemerintah untuk membantu para pelaku usaha yang terdampak pandemi sebagai bagian dari PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).

Capres Airlangga Hartarto
Foto: Airlangga Hartarto (instagram.com/airlanggahartarto_official)

Airlangga adalah salah satu Menteri Kabinet Indonesai Maju yang paling agresif  mengkampanyekan dirinya sebagai bakal Capres 2024.  Baliho dirinya sebagai Ketua Partai Golkar yang berukuran raksasa tersebar di seluruh pelosok negeri.

“Itu yang masang adalah para pengurus DPD dan DPC di daerah sebagai bagian dari pelaksanaan keputusan partai,” kata salah seorang fungsionaris Partai Golkar tentang sumber dana baliho itu.

Namun tampaknya, posisinya yang mentereng di jajaran Kabinet Indonesia Maju dan Ketua Umum Partai Golkar belum mampu mendongkrak  elektabilitasnya.  Paling tidak hingga saat ini,  elektabilitas di papan survei belum menyentuh angka satu digit  dan masih bertandang  di nol koma.  2024 masih 2 tahun lagi  dan masih ada waktu untuk Airlangga dan timnya memperbaiki nilai di papan skor survei.

  1. Prabowo Subianto

Capres Prabowo Subianto
Foto: Prabowo Subianto (instagram.com/prabowo)

Boleh dibilang aktivitasnya sebagai Menteri Pertahanan agak sepi di jagat berita. Hanya ada satu dua  berita tentang dirinya terkait dengan pembelian alutsista atau perlengkapan pertahanan lain.  Di awal  gabung di kabinet Jokowi, Prabowo banyak dilirik publik yang ingin tahu tentang apa yang dilakukannya setelah menjadi bawahan dari lawannya di pilpres 2019 lalu.  Namun belakangan Prabowo memilih bergerak di dalam senyap menjalankan tugasnya sebagai seorang Menteri Pertahanan.  Tampaknya dia memilih untuk tidak terlalu menonjolkan diri untuk menjaga perasaan atasan dan juga harmonisasi di dalam tubuh Kabinet Indonesia Maju.  Karena  hingga sekarang trauma dan polarisasi kompetisi pilpres 2019 lalu masih belum sepenuhnya pulih.

Capres Prabowo Subianto
Foto: Prabowo Subianto (instagram.com/prabowo)

Namun memori publik pemilihnya sebagai penantang Jokowi masih sangat kuat. Paling tidak itu tergambar dari namanya yang selalu bertengger di posisi atas papan survei. Meskipun dia sendiri belum mengeluarkan pernyataan atau sinyal apapun terkait dengan dirinya akan kembali bertanding di 2024 mendatang.

Kepastian Prabowo akan menjajal kembali peruntungan di pilpres 2024  disampaikan oleh  Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, oktober lalu di Makasar.  Selain itu belum ada lagi pernyataan yang mendukung tentang hal itu. Malah sekarang, pengurus Gerindra lebih banyak mengelak jika disinggung tentang majunya Prabowo sebagai bakal Capres 2024 dengan alasan terlalu dini dan Prabowo masih ingin fokus menyelesaikan tugsanya sebagai menteri.

  1. Erick Thohir

Capres Erick Thohir
Foto: Erick Thohir (instagram.com/erickthohir)

Posisinya sebagai menteri non partai  dinilai memiliki peluang untuk diusung sebagai Capres 2024.  Kepercayaan publik terhadap tokoh parpol dianggap kian terkikis. Apalagi dengan sederet kasus korupsi yang melibatkan tokoh parpol.

“Faktor trust  masyarakat sepertinya berkurang ke tokoh parpol, kalau non parpol pasti dianggap profesional dan tidak langsung dapat diintervensi secara politik,” kata Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA),  Herry Mendrofa.

Capres Erick Thohir
Foto: Erick Thohir (instagram.com/erickthohir)

Herry menilai tantangan Erick ialah memperbaiki kinerja BUMN yang dipimpinnya. Bila BUMN di Tanah Air menunjukkan kinerja positif maka Erick bisa memperoleh citra positif dan kepercayaan publik.  Erick juga memiliki elektabilitas yang lumayan tinggi dan masuk dalam 10 besar nama-nama yang memiliki elektabilitas tinggi untuk bakal Capres 2024. Bahkan hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) pada Agustus 2021,  elektabilitas Erick mencapai 4,7 persen dan berada diurutan ke-7 mengungguli nama-nama besar dari partai politik.

Orang dekat Erick di Kementerian BUMN, Arya Sinulingga  merespon tingkat keterpilihan bosnya itu sebagai apresiasi publik terhadap kinerjanya sebagai Menteri BUMN.

“Pak Erick itu kerja saja dulu. Soal ada peluang naik (sebagai presiden), biar publik yang menilai,” kata Arya.

Tapi apakah demikian adanya? Politik itu seperti arah angin yang gampang berubah dan tidak mudah ditebak. Tinggal kita lihat  saja nanti menjelang 2024 apakah angin itu juga akan mendorong Erick untuk adu nyali sebagai presiden berikutnya.

  1. Sandiaga Uno

Capres Sandiaga Uno
Foto: Sandiaga Uno (instagram.com/sandiuno)

Muda, energik, kaya dan cerdas adalah citra yang melekat pada sosok Sandiaga Salahuddin Uno. Karier politiknya cukup moncer. Tak lama setelah terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Anies Baswedan,  Sandiaga Uno diajak untuk mendampingi Prabowo sebagai Cawapres di Pilpres 2019 lalu.

Kalah di Pilpres tidak menghentikan  langkah Sandiaga Uno di pentas politik nasional.  Jokowi kemudian mengangkatnya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Kabinet Indonesia Maju menggantikan Wishnutama yang dilantik pada tanggal 23 Desember 2020.

Foto: Sandiaga Uno (instagram.com/sandiuno)

Relatif tidak memiliki rival politik dengan citra yang terjaga, membuat nama Sandiaga Uno bebas melenggang sebagai nominator yang layak diusung sebagai bakal Capres 2024.  Posisinya tak bergeser dari lima besar di papan survei membuat Sandiaga Uno harus diperhitungkan. Bahkan  Indonesia Political Opinion (IPO) yang melakukan survei pada 15 Agustus menempatkan Sandiaga di urutan ketiga dengan nilai 13,5 persen.

Memang belum ada kelompok atau komunitas yang mengusungnya seperti nama-nama capres yang lain. Tetapi sejak awal, Sandiaga yang lebih dikenal sebagai pengusaha masuk ke gelanggang politik dengan penuh kejutan.  Sangat mungkin 2024 dia akan kembali mendampingi Prabowo mengulang sejarah 2019 untuk bertarung kembali.  Tetapi juga sangat terbuka kemungkinan lain dengan kejutan-kejutan yang lain.

  1. Tri Rismaharini

Capres Tri Rismaharini
Foto: Tri Rismaharini (instagram.com/trirismaharini01)

Mantan Walikota Surabaya ini adalah Capres perempuan yang layak direken. Elektabilitas di beberapa survei melampaui nama populer seperti Puan Maharani dan Airlangga Hartarto.  Charta Politika misalnya pernah merilis hasil survei terhadap 12 nama Capres menemukan elektabilitas Tri Rismaharini 5,3 persen dan Puan Maharani 1,2 persen.  Meski dikenal sebagai menteri yang kerap tampil dengan aksi “nyleneh” tapi nama Risma makin dikenal setelah diangkat Jokowi sebagai Menteri Sosial.

Tri Rismaharini
Foto: Tri Rismaharini (instagram.com/trirismaharini01)

Dengan elektabilitas di atas Puan Maharani, Risma sangat mungkin merubah papan catur bakal Capres PDIP.  Ada dua sisi kelebihan Risma sebagai bakal Capres, sebagai Menteri dan Perempuan.  Risma memang sosok yang dikenal “keras” dan berprinsip kokoh.  Sikap bergemingnya terhadap kritikan dan cibiran aksi nylenehnya menunjukkan Risma bukan sosok yang mudah goyah dengan komentar orang.  Kepemimpinannya sebagai Walikota Surabaya membuktikan Risma memiliki darah “Bonek” yang tidak mudah patah.

Tapi apakah Risma akan mampu menggeser Puan Maharani sebagai Capres dari PDIP?  Akan terjawab menjelang 2024 mendatang.  Puan bukan satu-satunya rival di internal PDIP, karena ada nama lain capres PDIP yang lebih moncer, Ganjar Pranowo yang kerap merajai nama-nama di papan survei.  (Aswan AS)

- Advertisement -spot_img

You might also likeRELATED
Recommended to you